Dorong Pemerataan Ekonomi, Pemkab Bangkalan Fokus Genjot PAD dari Potensi Kecamatan
Bangkalan | Kabarmetronews.com – Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus memperkuat strategi pembangunan ekonomi daerah dengan menggali potensi di setiap kecamatan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendorong pemerataan ekonomi hingga ke wilayah pedesaan.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan dalam kegiatan sosialisasi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang digelar di Kecamatan Klampis, Selasa (11/10/2025).
Kepala Dinas PRKP Bangkalan, Moh. Hasan Faisol, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar urusan administrasi perizinan bangunan, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat basis ekonomi masyarakat di tingkat kecamatan.
“Pemerintah Kabupaten Bangkalan saat ini fokus menggali potensi ekonomi di setiap wilayah. Kecamatan seperti Klampis memiliki peluang besar untuk berkontribusi terhadap PAD, terutama melalui pengelolaan usaha dan pembangunan yang tertib serta berstandar teknis,” ujarnya.
Menurut Faisol, pertumbuhan PAD Bangkalan menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2021, target PAD masih di kisaran Rp250 miliar, sedangkan pada tahun 2025 telah meningkat menjadi Rp400 miliar.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan PAD perlu diimbangi dengan pemerataan kontribusi dari semua sektor dan wilayah. Selama ini, sebagian besar PAD Bangkalan masih disumbang oleh RSUD Syamrabu, yang penggunaannya terbatas untuk operasional kesehatan.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan RSUD Syamrabu. Karena itu, Bapak Bupati mengarahkan agar potensi PAD digali dari seluruh kecamatan. Salah satunya lewat sektor PBG, karena pembangunan yang tertib dan legal berpotensi besar meningkatkan nilai ekonomi daerah,” tegasnya.
Dalam kegiatan sosialisasi yang dihadiri para pelaku usaha, perangkat desa, dan tokoh masyarakat Klampis itu, Faisol menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya menuntut kewajiban masyarakat, tetapi juga memberikan pendampingan agar dunia usaha di kecamatan dapat berkembang lebih baik.
“Kami tidak ingin hanya menegakkan aturan, tapi juga memberikan solusi dan pendampingan. Tujuannya agar pelaku usaha merasa aman, nyaman, dan bisa berkembang. Karena kalau ekonomi di kecamatan tumbuh, otomatis PAD daerah ikut meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan, PBG memiliki manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha. Selain menjadi syarat legalitas bangunan, PBG juga bisa meningkatkan nilai properti dan membuka akses pembiayaan perbankan.
“Bangunan yang memiliki PBG nilainya lebih tinggi, bisa dijadikan jaminan kredit, bahkan memperkuat kepercayaan investor. Jadi ini bukan beban, tapi peluang,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Kadis PRKP juga membawa kabar gembira bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sesuai arahan Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Pemkab memberikan fasilitas gambar teknis bangunan secara gratis untuk rumah sederhana tipe 30, 36, hingga 60.
“Selama ini yang memberatkan masyarakat saat mengurus izin bangunan adalah biaya gambar. Karena itu, untuk rumah sederhana kami gratiskan. Ini bentuk perhatian pemerintah agar masyarakat kecil juga bisa membangun dengan tertib dan aman,” paparnya disambut antusias peserta.
Faisol menekankan pentingnya peran kecamatan sebagai penggerak ekonomi daerah. Ia menilai wilayah seperti Klampis, yang memiliki potensi pertanian, perikanan, dan wirausaha lokal, harus diberdayakan agar tidak hanya menjadi penopang, tetapi juga lokomotif pertumbuhan ekonomi Bangkalan.
“Selama ini Bangkalan sering disebut hanya sebagai daerah lintasan. Sudah saatnya kita ubah itu. Setiap kecamatan harus menjadi pusat aktivitas ekonomi yang produktif. Kalau masyarakat luar datang dan berbelanja di sini, roda ekonomi akan berputar,” tandasnya.
Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Kabupaten Bangkalan optimistis bisa memperkuat kemandirian fiskal daerah. Pertumbuhan PAD yang berkelanjutan diharapkan dapat menjadi pondasi kuat bagi pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Semakin banyak potensi yang kita gali dari kecamatan, semakin kuat kemampuan kita membangun Bangkalan dari bawah. Itu visi Bupati Bangkalan—membangun daerah melalui kekuatan masyarakatnya sendiri,” pungkasnya. (Arif).