Dishub Bangkalan Usulkan Penambahan Halte untuk Optimalkan Trans Jatim Rute Surabaya – Bangkalan
Bangkalan | Kabarmetronews.com – Berbagai persiapan terus digarap untuk menunjang dan mengoptimalisasi Bus Trans Jatim Koridor V rute Surabaya–Bangkalan yang akan beroperasi dalam waktu dekat.
Salah satu persiapannya juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Pemkab dikabarkan tengah merencanakan penambahan jumlah halte untuk rute di wilayah Junok. Tujuannya, untuk mengakomodasi masyarakat yang hendak pergi ke wilayah utara.
“Kami berencana menambah halte, terutama di Junok, karena ada akses menuju Kecamatan Tanjungbumi,” jelas Kabid Lalu Lintas (Lalin) Dishub Bangkalan Ariek Moein.
Sebelumnya, Ariek mengatakan, terdapat 17 halte yang akan dipersiapkan untuk operasional Bus Trans Jatim Koridor V rute Surabaya–Bangkalan tersebut.
Ke-17 halte tersebut akan tersebar di Surabaya dan Bangkalan. Rinciannya, sembilan halte akan berada di sisi Kota Surabaya dan delapan halte lainnya akan disiapkan di sisi Kabupaten Bangkalan.
Untuk lokasi tepatnya, halte tersebut diketahui akan tersebar di daerah Tangkel, Burneh, Junok, dan Terminal Bangkalan. ”Sementara berdasarkan mapping, Trans Jatim memiliki empat titik lokasi penjemputan,” jelasnya Rabu (24/1).
Dalam kesempatan itu, Ariek juga membeberkan terkait waktu pembukaan operasional Bus Trans Jatim Koridor V rute Surabaya – Bangkalan yang kemungkinan besar akan mulai dibuka pada Oktober mendatang.
Selain berencana menyiapkan halte baru, Pemkab Bangkalan saat ini juga sedang mulai melakukan uji coba kendaraan yang akan dijadikan sebagai feeder.
Diketahui, uji coba tersebut merupakan bagian dari upaya pemkab untuk melakukan sosialisasi Bus Trans Jatim Koridor V rute Surabaya – Bangkalan ini. ”Kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.
Disisi lain, Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman mendukung rencana perluasan Trans Jatim yang dilakukan pemprov. Ia berharap, dengan tarif yang sedikit lebih rendah, transportasi itu dapat lebih mempermudah masyarakat.
“Semoga berdampak positif kepada masyarakat, meskipun keuntungan di sektor PAD akan diambil alih oleh provinsi,” ungkap Fatkurrahman. (@red).