RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang Tahun 2023 Mendapatkan Dana Alokasi DBHCHT Sebesar 37 M
MALANG | Kabarmetronews.com – Dalam perjalanan
semester ke 3 ini RSUD Kanjuruhan kabupaten Malang sudah mulai penyerapan anggaran dari alokasi DBHCHT sebesar 37 M, yang prosesnya sudah mulai dikerjakan hampir 80 persen.
Menurut Direktur RSUD Kanjuruhan kabupaten Malang dr Bobi Prabowo Sp. EM, KEC, M. Biomed dalam pelaksanaannya penggunaan DBHCHT di RSUD Kanjuruhan saat ini memakai sistem e-Katalog. Sehingga prosesnya lebih mudah sedangkan yang bikin lama memakan waktu adalah mendatangkan alatnya atau barang dari luar negeri terutama di Eropa ( Amerika, Jerman dan Perancis).
Dijelaskan, Bobi keterlambatan alatnya karena dampak dari perang Ukrania yang sedikit banyak berimbas.
Ia juga menuturkan bahwa DBHCHT boleh diperuntukkan ke pembangunan gedung layanan sesuai dengan Permenkeu dan pembangunan fisik dan tidak harus dari DBHCHT.
Lanjut Bobi, program unggulan tahun 2022 kemarin RSUD Kanjuruhan skala prioritasnya yaitu jantung dan belinya otomatis alat jantung sedangkan untuk tahun 2023 tahun ini unggulannya standar untuk alat penyakit kronis.
“Walaupun kedepannya sarana dan prasarana di RSUD Kanjuruhan ini sudah terpenuhi, masalah rujukan untuk kelas penyakit tertentu terkait pasien menggunakan BPJS tetap dirujuk di RSSA,” ujarnya.
“Karena RSUD Kanjuruhan termasuk rumah’ sakit type B maka untuk layanan penyakit kanker leukimia atau penyakit tertentu tetap dirujuk di RSSA fungsi dan gunanya adalah pembeda type rumah sakit walaupun untuk sarana dan prasarana sudah terpenuhi,” sambung Bobi.
Dikatakan Bobi, bahwa sisa DBHCHT yang 20 persen masih menunggu mencari alatnya dan barangnya/stok habis maka masuk Silpa.
“20 persen DBHCHT masih menunggu mencari alatnya dan bila barangnya stock habis maka masuk Silpa dan itu sesuai dengan perencanaan dan bisa dialokasikan ke alat yang lain maka otomatis anggaran yang diterima RSUD Kanjuruhan secara keseluruhan bisa terserap,” pungkasnya.
Penulis : Djok
Editor : Redaksi