Juli 23, 2024

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Pangkoarmada II Lepas Keberangkatan KRI FKO-368 Menuju Lebanon untuk Misi Perdamaian

2 min read

SURABAYA | Kabarmetronews.com – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksda TNI Dr. T.S.N.B. Hutabarat, M.M.S pimpin lepas pemberangkatan Kapal Perang Republik Indonesia Frans Kaisiepo 368 (KRI FKO-368) yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL TA 2022 yang bersandar di Dermaga Madura Koarmada II Surabaya, Jum’at (25/11/2022).

KRI FKO-368 merupakan salah satu KRI jenis SIGMA Corvette Batch II yang dibangun di Vlissingen, Belanda dan secara resmi masuk ke jajaran TNI AL pada tanggal 7 Maret 2009.

Dimana, pada sebelumnya KRI FKO-368 sudah memulai tugas dalam misi MTF UNIFIL pertama kali, pada tahun 2010 sebagai Satgas MTF TNI XXVIII-B dan kembali dipercaya untuk kembali bertugas sebagai Satgas MTF TNI XXVIII-F di tahun 2013.

“Satgas yang dipimpin Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh ini, akan melaksanakan misi perdamaian dunia selama 1 tahun memberangkatkan 119 personil yang terdiri 103 ABK 9 Crew Helly dan 7 personel pendukung (Perwira Hukum, Intelijen, Psikologi, Dokter, Penerangan, Kopaska dan Penyelam, red),” ujar Laksda TNI Dr. T.S.N.B. Hutabarat, M.M.S.

Lebih lanjut Laksda TNI Hutabarat menuturkan, bahwa pelepasan ini di Armada Ujung Surabaya dan akan singgah di Jakarta, selanjutnya akan di lepas oleh Panglima TNI untuk tugas di Lebanon, dimana perjalanan tersebut menempuh 27 hari.

“Pelepasan/pemberangkatan ini yang ke -14 kalinya, Saya sebagai Panglima mengamati mulai dari pertama hingga ke -13 terakhir kemarin banyak sekali peningkatan-peningkatan yang dilakukan oleh Satgas,” lanjutnya.

Hutabarat menjelaskan, jika sesampainya di Lebanon nanti akan membuat Puskodal yang akan dilatih oleh Perwira. Ia juga sangat yakin bahwa Satgas dibawa kepemimpinan Komandan SKO akan melakukan hal yang lebih baik lagi dan keberadaan Satgas bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

Hutabarat menambahkan, keberangkatan Satgas MTF tahun ini merupakan sebagai bentuk kepercayaan pimpinan kepada Jalasena dalam mengemban misi perdamaian untuk memperkokoh hubungan diplomasi antara Indonesia negara-negara sahabat.

“Sebagai komponen maritim dalam misi Unifil, Satgas MTF memiliki peran sentral untuk menjaga stabilitas keamanan di laut dengan melaksanakan operasi interdiksi laut dan mencegah masuknya senjata dan material secara tidak sah ke Lebanon,” pungkasnya. (@red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ayo ngopas ya!!!!