Mei 27, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Pengunjung Wisata TRK Bangkalan Keluhkan Bau Busuk Sampah

Foto: Para pengunjung wisata dan penjual di area TRK

BANGKALAN | Kabarmetronews.com –Beberapa hari terakhir pengunjung dan pedagang di sekitar area wisata Tempat Rekreasi Kabupaten Bangakalan (TRK) terganggu dengan bau busuk dan menyengat.

 

Sumber bau busuk ini berasal dari tumpukan sampah di sisi utara yang sudah beberapa hari menumpuk belum diangkut ke TPS.

 

Salah satu pengunjung yang tidak mau disebutkan namanya mengeluh dengan bau busuk berasal dari tumpukan sampah di area wisata TRK.

 

“Kami sangat menyayangkan penumpukan sampah di area/pintu masuk sebelah utara wisata, sehingga bau busuknya menyengat ke hidung,” ungkapnya, Sabtu (29/07/2023).

 

“Seharusnya kami bisa menikmati keindahan danau dan tempat hiburan, bukan menikmati bau busuk sampah. Kalau ini dibiarkan takutnya akan menimbulkan polusi udara yang akhirnya menjadi penyakit,” imbuhnya.

Foto: Penumpukan sampah yang berada di sebelah sisi utara TRK

 

Sementara itu, salah satu karyawan TRK inisial MK mengatakan, bahwa hal tersebut sangat memprihatinkan, akibat fasilitas tempat pembuangan sampah penuh dan lambatnya pengangkutan sampah.

 

Menurut MK, imbas dari alternatif dibuang bukan pada tempatnya, sehingga mengeluarkan bau busuk yang menyengat.

 

Lebih lanjut, MK menuturkan tumpukan sampah tersebut sudah beberapa hari belum diangkut oleh petugas kebersihan sampah.

 

“Para pengunjung merasa terganggu dengan adanya penumpukan sampah disini (TRK, red) karena baunya sangat busuk sekali,” ujarnya.

 

Ia mengakui bahwa ada pengunjung kecewa sehingga ingin mengembalikan tiket. MK menegaskan pedagang di sekitar tumpukan sampah juga mengeluhkan bau busuk.

 

“Kenapa sampah dibuang di tempat wisata bukan di TPS yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten Bangakalan. Sampah itu sudah 3 hari belum diangkut dan Imbas dari itu banyak para pengunjung yang mengeluh,” tandasnya.

 

“Bukan hanya pengunjung tapi juga para pedagang juga mengeluhkan bau menyengat, sehingga bisa berimbas pada turunnya omzet penjualan karena para wisatawan enggan makan di warung sekitar,” sambung MK.

 

MK berharap ada perhatian khusus atas permasalahan tersebut dari pemkab setempat dan Dinas Lingkungan Hidup yang bertanggung jawab. (@red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *