Mei 27, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Papeda Gandeng LKPK Mawil Sampang Gelar Investigasi Kasus Pasien Ditolak Oleh Puskesmas Camplong 

Sampang | kabarmitronew.com – gaduh diperbincangkan dikalangan aktifis dan masyarakat sampang mengenai dengan adanya penolakan pasien di Puskesmas Camplong saat ini telah memasuki babak baru hal ini dikarenakan ada beberapa pihak dan tokoh terpanggil untuk meminta pertanggungjawaban kepada oknum petugas Puskesmas Camplong

Salah satunya Ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) Sampang H.Suja’i juga ikut bergegas dan siap melakukan kolaborasi kelembagaan dengan Lembaga PAPEDA (Pemuda Peduli Desa) Sampang untuk lakukan investigasi temua pasien ditolak Puskemas Camplong (01/05/2025).

Pada pertemuan tadi malam disalah satu tempat yang dihadiri oleh masing-masing ketua dan pengurus dari kedua lembaga bersepakat gelar investigasi bersama demi terungkap nya kasus yang membuat geger masyarakat Camplong

“Hal ini menurut saya hal haram terjadi di kabupaten yang akhir-akhir ini membangga-banggakan program kesehatan gratis yang di canangkan oleh bupati yang kita banggakan bersama,” tutur Suja’i, Minggu (05/01/2025) pagi.

Akan tetapi hal ini malah terjadi sebaliknya yang dikendarai oleh oknum tidak bertanggung jawab petugas Puskesmas Camplong yang melepaskan dengan alasan yang sangat tidak prosedural yang sangat tidak berdasar

“Kami tidak akan banyak berbicara mas kami akan segera turun ke lapangan lakukan investigasi untuk kumpulkan bukti yang kira-kira nanti bisa kami kembangkan apakah ada indikasi tindakan melawan hukum atau hanya sekedar pelanggaran etik kedinasan atau kesalahpahaman,” ujarnya.

Suja’i menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah diam saja apabila masyarakat dibohongi

“Ini jelas sekali pembodohan kepada masyarakat, yang mengatakan tidak dapat menggunakan BPJS dikarenakan hari libur dan dikarenakan BPJS tidak mampu,” tegasnya.

“Dengan alasan apa saja kalau masyarakat dengan keselamatan pasien, hendaknya pihak Puskesmas Camplong mengutamakan keselamatan pasien terkait administrasi bisa menyusul dalam jenjang waktu 3 kali 24 jam,” imbuhnya.

Ketua LKPK mengatakan, dalam waktu dekat akan melakukan audiensi dengan dinas terkait untuk meminta pertanggungjawaban kepada sektor diatasnya (Kepala Dinas Kesehatan, red)

“Kami dalam Minggu ini akan melakukan audiensi dan aksi kepung Puskesmas Camplong sebagai bentuk kekecewaan kami sebagai masyarakat tertindas. Kami juga ada data-data dugaan banyak pelanggaran dan penyimpangan terkait anggaran-anggaran di dinas kesehatan yang akan kami pertanyakan nantinya,” pungkasnya. (@red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *