Jalin Etika Publik, Tokoh Pendidikan Bangkalan Thomas Soroti Pentingnya Tabayun dan Tanggung Jawab LSM
Bangkalan | Kabarmetronews.com – Polemik yang melibatkan salah seorang aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan tokoh pendidikan Kabupaten Bangkalan, Thomas, menjadi sorotan publik setelah muncul sejumlah pernyataan yang mencatut nama Thomas dan menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
Menurut Thomas, polemik berawal dari pernyataan oknum aktivis LSM yang dinilai mengandung tudingan dan menyerang kehormatan pribadinya. Narasi tersebut kemudian berkembang di ruang publik dan memicu beragam tanggapan warga.
Thomas menyayangkan munculnya pernyataan itu karena tidak didahului klarifikasi maupun komunikasi langsung kepadanya.
“Jika memang ada persoalan atau informasi yang ingin dikonfirmasi, semestinya disampaikan secara langsung terlebih dahulu. Jangan sampai opini yang berkembang justru menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan pihak lain,” ujar Thomas.
Seiring waktu, pihak yang menyampaikan pernyataan tersebut mengeluarkan permintaan maaf. Dalam pernyataannya, yang bersangkutan mengakui adanya ucapan maupun tindakan yang menimbulkan ketidaknyamanan dan berharap hubungan baik dapat kembali terjalin.
Meski mengapresiasi sikap tersebut, Thomas mengaku masih mempertimbangkan langkah selanjutnya. Ia menilai permintaan maaf patut dihargai sebagai pengakuan atas kekeliruan, namun dampak yang telah timbul di ruang publik perlu menjadi bahan evaluasi bersama.
“Orang yang berbuat salah tentu baik jika mau mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Namun ada kalanya sebuah peristiwa juga harus menjadi pembelajaran agar ke depan setiap orang lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi maupun tudingan kepada pihak lain,” katanya.
Sebagai tokoh yang lama berkecimpung di dunia pendidikan, Thomas menegaskan peristiwa ini tidak hanya menyangkut hubungan personal, tetapi juga kualitas etika dalam kehidupan sosial dan organisasi.
Ia mengingatkan bahwa LSM memiliki peran terhormat sebagai bagian masyarakat sipil untuk melakukan kontrol sosial, memberikan edukasi, dan mengawal persoalan publik. Karena itu, menurutnya SDM di dalam organisasi LSM harus mencerminkan perilaku berpendidikan, berintegritas, dan menjunjung tinggi etika komunikasi.
“LSM adalah bagian penting dari demokrasi. Karena itu SDM yang ada di dalamnya harus mampu menunjukkan keteladanan dalam bersikap dan bertutur kata. Kritik boleh disampaikan, tetapi harus berdasarkan data, fakta, dan disampaikan dengan adab,” tegasnya.
Thomas menambahkan, masyarakat sering menilai sebuah lembaga dari perilaku individu yang tampil di ruang publik. Pernyataan yang tidak proporsional atau tidak terverifikasi dapat merusak citra organisasi secara keseluruhan.
Ia berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk aktivis LSM, wartawan, akademisi, pejabat pemerintah, maupun tokoh politik, agar senantiasa mengedepankan etika, tabayun, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
“Masyarakat membutuhkan LSM yang mampu menghadirkan solusi, membangun dialog, dan memperkuat persatuan sosial. Sebaliknya, penyebaran tudingan yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan konflik dan mengurangi kepercayaan publik terhadap peran strategis lembaga swadaya masyarakat,” ujarnya.
“Marwah organisasi tidak hanya dibangun melalui nama lembaga, tetapi juga melalui perilaku orang-orang yang membawa nama lembaga tersebut. Karena itu adab, etika, dan tanggung jawab harus selalu dikedepankan,” pungkas Thomas.
Penulis : Arif