Yayasan Nurul Amanah Diduga Mark up Data Siswa, PAKIS Minta BPKP Jatim Lakukan Audit
BANGKALAN | Kabarmetronews.com – Polemik yang melanda MTs Nurul Amanah Jalan Raya Tragah 9 Desa Basanah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan bukannya selesai malah makin runyam.
Berawal dari persoalan alumni siswa MTs Nurul Amanah Noviana yang meminta surat mutasi pindah ke Nurul Cholil. Kali ini, muncul persoalan baru yakni Lembaga Pusat Analisa Kajian dan Informasi Strategis (PAKIS) mencium adanya indikasi melakukan mark up data siswa.
Diketahui, PAKIS dalam waktu dekat akan melayangkan surat permintaan pada Badan Pemeriksaan Keuangan Provinsi (BPKP) Jawa Timur untuk melakukan audit dan evaluasi.
“Maka kami merasa peduli untuk melakukan kritik dan evaluasi terhadap lembaga manapun yang terindikasi menyelewengkan anggaran negara, maka kami melakukan kajian dan memberikan kritik sehubungan ada komentar dari aktivis bahwa kami tidak diperkenankan andil peduli pada pendidikan dibawah Kemenag Bangkalan maka kami akan melayangkan surat ke BPKP Jatim untuk melakukan audit dan monitoring terhadap lembaga tersebut karena kami menduga ada noviana yang lain dengan persoalan yang sama, ingat lembaga tersebut menggunakan anggaran negara yaitu Bosda Provinsi Jawa Timur yang dikucurkan ke Kabupaten Bangkalan,” ujar Abdurahman Tohir Ketua PAKIS bernada menyayangkan, Kamis (24/11/2023).
Pihaknya juga mengaku merasa punya kewajiban membantu pemerintah untuk melakukan pengawalan agar setiap anggaran negara bisa tepat jumlah tepat guna serta tepat sasaran dalam pengalokasiannya.
“Kami merasa tertarik melakukan evaluasi biarlah nanti lembaga pemerintah yang melakukan audit terhadap lembaga tersebut saya menduga ada data yang tidak sesuai saya menduga ada mark up data antara siswa dengan data yang diajukan terhadap pemerintah untuk mendapatkan Bosda itu tidak sesuai jumlahnya tidak sesuai khawatir lembaga lain juga ada markup data, titik tekannya agar Kemenag melakukan verifikasi data faktual baik itu di Nura atau lembaga dan yayasan yang lain yang saat ini sedang berpolemik,” kata Abdurrahman Tohir menambahkan keterangannya. (@red).