Mei 31, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Hari Lahir Pancasila 2026: Menjaga Kebenaran, Merawat Persatuan, Mengawal Masa Depan Bangsa

Bangkalan | Kabarmetronews.com – Momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (PEJALAN), Anam, menilai bahwa Pancasila harus hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga, dunia pendidikan, hingga penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, tantangan bangsa saat ini bukan lagi soal memahami isi Pancasila, melainkan bagaimana menerapkannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai insan pers, kami memandang Pancasila bukan hanya sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai pedoman moral dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan bertanggung jawab. Pers yang berintegritas merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Dalam pandangan Anam, penerapan nilai Pancasila harus dimulai sejak usia dini melalui dunia pendidikan. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa perlu dibiasakan untuk menghormati perbedaan, menjunjung tinggi kejujuran, disiplin, gotong royong, dan memiliki rasa empati terhadap sesama.

Ia mencontohkan, sila pertama mengajarkan pentingnya toleransi antarumat beragama, sila kedua mengajarkan penghormatan terhadap martabat manusia, sedangkan sila ketiga menanamkan semangat persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, dan golongan yang dimiliki Indonesia.

“Di lingkungan sekolah, nilai-nilai itu dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati antar teman, tidak melakukan perundungan, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta membiasakan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan,” katanya.

Lebih lanjut, Anam menegaskan bahwa para pejabat negara juga memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi teladan dalam mengamalkan Pancasila. Menurutnya, jabatan publik bukan sekadar amanah administratif, melainkan amanah moral yang harus dijalankan dengan penuh integritas.

Pada sila keempat dan kelima, pejabat negara dituntut untuk mengedepankan musyawarah, mendengarkan aspirasi rakyat, serta menghadirkan kebijakan yang berkeadilan dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

“Ketika seorang pejabat bekerja secara jujur, transparan, tidak menyalahgunakan kewenangan, serta mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok, maka sesungguhnya ia sedang mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” tegasnya.

Menurutnya, berbagai persoalan bangsa seperti korupsi, intoleransi, penyebaran hoaks, hingga polarisasi sosial merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan memperkuat kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai insan jurnalistik, lanjut Anam, media memiliki peran strategis dalam menjaga ruang publik yang sehat melalui penyajian informasi yang faktual, edukatif, dan mampu memperkuat persatuan nasional.

“Pancasila mengajarkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Sebaliknya, keberagaman adalah kekuatan yang harus dirawat bersama. Baik pelajar, masyarakat, pejabat negara, maupun insan pers memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga nilai-nilai tersebut agar Indonesia tetap kokoh dan bermartabat,” pungkasnya.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 ini, semangat gotong royong, persatuan, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap kemanusiaan diharapkan tidak hanya menjadi slogan, melainkan menjadi budaya yang hidup dalam perilaku sehari-hari seluruh anak bangsa demi mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan sejahtera.

Penulis : Arif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *