Pemuda Tanah Merah: Program Pendidikan Rp40 Miliar Harapan Baru, Tapi Jangan Lambat Direalisasikan
Bangkalan | Kabarmetronews.com – Program prioritas Bupati Bangkalan dalam sektor pendidikan dinilai sebagai harapan baru bagi masa depan anak-anak di wilayah Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan. Namun, pemuda setempat mengingatkan agar program senilai Rp40 miliar yang menyasar 110 sekolah tersebut tidak hanya menjadi proyek seremonial belaka.
Hafid Syaifuddin Fatah, pemuda Tanah Merah sekaligus pegiat sosial yang peduli pendidikan, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah bupati. Menurutnya, komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur sekolah adalah investasi penting bagi generasi mendatang.
“Kami, pemuda Tanah Merah, tentu mengapresiasi program ini. Pendidikan adalah jalan utama membebaskan masyarakat dari kebodohan dan kemiskinan, dan pemerintah sudah berada di jalur yang tepat dengan menjadikannya prioritas,” ujar Hafid, Rabu (23/07/2025).
Meski demikian, Hafid juga menekankan pentingnya kecepatan dan pengawasan ketat dalam realisasi program. Ia menilai percepatan pembangunan bukan sekadar soal fisik bangunan, tetapi soal harapan anak-anak di daerah.
“Semakin cepat proyek ini selesai, semakin cepat pula siswa-siswi kami belajar di ruang yang layak. Jangan sampai tahun berganti, proyek belum juga rampung. Bupati harus memastikan semua berjalan tepat waktu dan tepat sasaran,” tegasnya.
Hafid juga mengingatkan agar anggaran besar itu diawasi secara serius. “Kami percaya bupati dan dinas terkait punya itikad baik. Tapi sebagai pemuda, kami juga mengajak semua elemen ikut mengawasi. Jangan ada celah penyimpangan karena ini menyangkut masa depan pendidikan di Bangkalan,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Pendidikan telah menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan untuk mengawasi program pembangunan sekolah. Sebanyak 110 sekolah, termasuk beberapa di Kecamatan Tanah Merah, ditargetkan mendapat bantuan berupa renovasi dan pengadaan sarana pendidikan. (Arif).
Kontributor : Hafid Syafiuddin