Aktivis Muda Bangkalan Bergerak Kawal Pendidikan Bermutu, Anam: Ini Komitmen Bersama untuk Masa Depan Bangsa
Bangkalan | Kabarmetronews.com – Semangat kolaborasi dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan kembali ditegaskan oleh para aktivis muda dan elemen kepemudaan di Kabupaten Bangkalan. Melalui forum kolaboratif yang melibatkan unsur pendidikan, pemuda, dan organisasi sosial, komitmen bersama untuk mengawal peningkatan kualitas pendidikan terus diperkuat demi mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas.
Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (Pejalan), Anam, menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk masa depan bangsa.
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan harus dikawal bersama oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda, akademisi, dan insan pers.
“Pendidikan adalah investasi paling mendasar dalam membangun peradaban. Ketika kualitas pendidikan kita kuat, maka kita sedang menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap memimpin masa depan. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya agenda seremonial,” ujar Anam.
Ia menegaskan, kehadiran para aktivis akademisi muda dalam ruang-ruang edukatif menjadi bukti bahwa generasi muda tidak tinggal diam terhadap persoalan pendidikan. Menurutnya, anak muda hari ini harus hadir sebagai mitra kritis yang mampu memberi gagasan, mengawal implementasi kebijakan, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi tantangan pendidikan di daerah.
“Pemuda hari ini tidak cukup hanya menjadi penonton. Mereka harus aktif berpikir, kritis terhadap persoalan, berani menawarkan solusi, dan terlibat langsung dalam mengawal program-program pendidikan agar benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Anam juga menilai bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sipil menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut, kata dia, harus dibangun di atas nilai integritas, inovasi, serta tanggung jawab bersama.
“Kita ingin pendidikan di Bangkalan dan Jawa Timur tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar melahirkan kualitas. Pendidikan harus mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral, sosial, dan kepemimpinan,” lanjutnya.
Lebih jauh, Anam menekankan bahwa insan pers juga memiliki tanggung jawab strategis dalam mengawal dunia pendidikan. Pers, menurutnya, bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki fungsi kontrol sosial, edukasi publik, dan penguatan literasi masyarakat terhadap pentingnya pendidikan bermutu.
“Pers harus hadir sebagai mitra pembangunan. Kami di Pejalan memandang pendidikan sebagai isu strategis yang harus terus dikawal, disuarakan, dan diperjuangkan. Sebab dari ruang-ruang pendidikan inilah masa depan daerah dan bangsa sedang dibentuk,” katanya.
Ia berharap semangat kolaboratif yang terus tumbuh di Bangkalan dapat menjadi energi bersama dalam memperkuat arah pembangunan pendidikan yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.
“Jika hari ini kita serius mendidik, maka sejatinya kita sedang menyiapkan pemimpin masa depan. Pendidikan bermutu untuk semua bukan sekadar slogan, tetapi komitmen bersama demi Indonesia yang maju dan berkelanjutan,” pungkas Anam.
Penulis : Arif