LSM LIRA Gelar Unjuk Rasa di Kantor BTN Bangkalan
Bangkalan | Kabarmetronews.com – Puluhan masyarakat Bangkalan bersama Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor BTN kabupaten setempat, Selasa (14/4/2026).
Puluhan massa pengunjung rasa sebagian membawa poster yang bertuliskan, Stop Mafia Asuransi Kredit, Pecat Pegawai BTN yang Tidak Becus, Orang Mati Tidak Punya Utang dan tulisan lainya.
Koordinator lapangan (korlap) demo, Rofi’i dengan suara lantang mengatakan mana hati nurani BTN? BTN Bangkalan bobrok, tidak becus karena kerap merugikan nasabah dan tidak mensejahterakan rakyat.
“Kebijakan – kebijakan BTN sering tidak pro rakyat,” teriaknya dengan lantang.
Ia juga meminta agar Kepala Cabang BTN Bangkalan bersikap arif dan bijak dengan memanggil ke empat putranya sebagai ahli waris. Ditanyai bagaimana kelanjutan penyelesaian utang yang ditinggalkan oleh almarhumah Zainab.
“Jangan ujug – ujug main putus lelang jaminan begitu saja,” ucap Rofi’i.
Ditempat yang sama, Ketua DPD LIRA Bangkalan, Solihin usai melakukan negosiasi lebih kurang satu jam lamanya dengan Kepala BTN Bangkalan, Rusli.
Ia menjelaskan bahwa pertemuan berjalan lancar dan sesuai ekspektasi (harapan), dan pihak BTN berjanji membantu masyarakat yang mempunyai tunggakan seperti almarhumah Zainab.
“Alhamdulillah permintaan kami disetujui. Pimpinan BTN menyarankan kepada keluarga almarhumah Zainab untuk mengajukan surat permohonan pembatalan lelang yang sedianya akan dilaksanakan pada 30 April 2026 nanti,” jelas Solihin.
Lebih lanjut, Solihin menuturkan, pihak BTN memberikan keringanan dan beri waktu kepada pihak keluarga nasabah untuk membayar pokok pinjaman saja.
“Intinya, BTN Bangkalan memberi keringanan dan kelonggaran kepada pihak keluarga untuk membayar pokok pinjaman saja. Serta mencicil sesuai kemampuan dan memberi tenggat waktu untuk melunasinya, ” pungkas Solihin.
Untuk diketahui, Kepala BTN Bangkalan, Rusli, tidak bisa dikonfirmasi dengan alasan apa yang telah disampaikan kepada Ketua LIRA Bangkalan, Solihin. Itu sudah mewakili pernyataannya. (Arif).