Meriahkan HUT ke-80 RI Pemdes Rongdurin Gelar Aneka Lomba dan Pentas Seni
Bangkalan | Kabsrmetronews.com – Sejarah dan makna lomba 17 Agustus jelang HUT ke-80 RI. Ternyata menyinggung soal perjuangan dan pengorbanan. Perlombaan 17 Agustus telah menjadi bagian tak terpisahkan dari peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Tradisi ini mulai marak pada era 1950-an, sekitar lima tahun pasca-proklamasi, sebagai wujud penghargaan atas jasa para pahlawan sekaligus sarana mempererat kebersamaan warga.
Jelang HUT ke-80 RI, berikut sejarah dan makna lomba 17 Agustus. Ternyata menyinggung soal perjuangan dan pengorbanan.
Di awal kemunculannya, perlombaan populer seperti makan kerupuk, balap karung, tarik tambang, dan panjat pinang hingga jalan santai dan perlombaan kampung bersih menjadi daya tarik utama.
Kali ini, dalam rangka memperingati HUT ke-80 RI, Pemerintah Desa (Pemdes) Rongdurin, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Provinsi Jawa Timur menggelar serangkaian lomba di balai desa setempat.
“Kegiatan ini tak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga sarat akan simbol perjuangan dan nilai-nilai keteguhan,” kata Wahed pada media ini, Sabtu (16/08/2025) pagi.
Kepala Desa Rongdurin mengimbau warga untuk turut serta memeriahkan bulan kemerdekaan dengan memasang bendera Merah Putih di depan rumah, sekolah dan tempat usaha.
“Kami mengajak seluruh warga Desa Rongdurin untuk mengibarkan bendera Merah Putih secara serentak dan menghiasi lingkungan dengan atribut merah putih. Ini bentuk kecintaan kita kepada bangsa serta penghormatan terhadap jasa para pahlawan,” ujarnya.
Wahed menyebut, Kemerdekaan Indonesia diraih melalui jalan panjang penuh pengorbanan, tak hanya materi, tetapi juga jiwa raga.
Kemudian Ia menjelaskan bahwa semangat tersebut sudah tertanam jauh sebelum proklamasi, salah satunya melalui Sumpah Pemuda 1928 yang menyatukan tekad bangsa: satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air.
“Hingga kini, setiap 17 Agustus Pemdes Rongdurin selalu diramaikan oleh berbagai acara perlombaan dan pagelaran pentas seni. Tradisi ini menjadi sarana menumbuhkan cinta tanah air, solidaritas, kebersamaan, dan jiwa nasionalisme, khususnya bagi generasi muda,” ungkapnya.
Wahed berharap dengan ada lomba ini, warga Rongdurin selalu kompak dan menjadi desa yang maju dalam bidang pertanian, pendidikan dan infrastruktur.
Berikut daftar lomba Desa Rongdurin :
Kategori anak-anak yaitu meletuskan balon, makan krupuk, mengeluarkan balon dari kardus, pasang baju lempar balon, estafet karet dan meniup gelas
Kategori dewasa yaitu nyu’un geddeng dan memindahkan gelas
Kategori umum yaitu menangkap belut, pentas seni dan lomba domino. (Arif).