Mei 28, 2024

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Perhutani Lawu Ds Dampingi, Dua LMDH Ponorogo Belajar Budidaya Tanaman MUK di Ngawi

2 min read

NGAWI | Kabarmetronews.com – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds mendampingi kunjungan studi banding 2 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kates Emas dan Margo Mulyo dari Kabupaten Ponorogo di lokasi tanaman Multi Usaha Kehutanan (MUK) petak 35c, 35d wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kedung Merak, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Begal Perhutani Ngawi, Jumat (03/03).

Administratur Perhutani Lawu Ds melalui wakilnya Sutono mengatakan, bahwa pihaknya telah membudidayakan tanaman MUK berupa jeruk keprok di BKPH Ponorogo Barat di sela tanaman kayu putih. Tujuan kedatangannya bersama 2 LMDH wilayah KPH Lawu Ds tersebut adalah untuk menambah wawasan tentang tanaman MUK dan melihat lokasi tanaman Agroforestry yang terdapat diantara tanaman kayu putih di Perhutani Ngawi.

“Kami berharap sepulang dari lokasi Agroforestry tanaman MUK Perhutani Ngawi, mudah-mudahan dapat kita budidayakan pada lahan hutan yang ada di masing-masing LMDH, sehingga nantinya bisa memberikan keuntungan untuk pendapatan Perhutani dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan khususnya LMDH,” kata Sutono.

Sementara itu, Administratur Perhutani Ngawi melalui wakilnya Suhartono bersama jajaran menyampaikan, “Semoga dengan kunjungan tersebut bisa menjalin sinergi yang baik antara Perhutani Lawu DS dan Perhutani Ngawi dalam rangka sharing wawasan budidaya tanaman MUK yang dikerjasamakan dengan LMDH. Semoga dengan sinergi yang baik bisa mewujudkan kejayaan Perhutani.”

Terpisah, Hariyanto Direktur CV Hargodumilah Grup selaku narasumber menjelaskan, bahwa pola tanam kayu putih yang di dalamnya terdapat tanaman MUK, jeruk nipis, lemon, nangka, alpokat dan padi.

“Dengan sistem pola plong-plongan ini diharapkan dapat diimplementasikan aspek sosialnya kepada masyarakat, sekaligus sebagai upaya kita mendukung pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan,” ujarnya.

“Harapannya melalui kegiatan ini, kita dapat mewujudkan hutan lestari dan masyarakat sejahtera,” jelas Hariyanto. (@red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ayo ngopas ya!!!!