Mei 28, 2024

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

BEREDAR VIDEO POLISI CEKIK WARGA, KETUA PAPEDA PASTIKAN TIDAK ADA PERTENGKARAN DI LOKASI

2 min read

SAMPANG | Kabarmetronews.com – Adanya Pemberitaan oknum Polisi cekik warga di depan ATM Bank BCA Sampang Jl. KH. Wahid Hasyim Gunung Sekar Kac/Kab. Sampang, Kian Memanas dikarenakan Pihak Dari Kepolisian Sampang Melalui Humas Polres sampang, Bpk. Dodi menjelaskan bahwa oknum anggota polisi (WY) itu hanya melerai orang SB dan Jukir Sedang CekCok. dan itu di anggap berita tandingan untuk mencari pembenaran.

“Keterangan Kasi Humas Polres Sampang IPDA Dody Setiawan ke salah satu media online, bahwasannya kejadian tersebut bermula dari seorang warga inisial (SB) 36Th Bersama Istrinya Pergi ke ATM BCA untuk melakukan penarikan uang tunai, lalu SB parkir sepeda motornya di tempat parkir kendaraan roda 4, sehingga dilakukan peneguran oleh juru parkir berinisial SD, namun SB beralasan hanya sebentar.

Tak lama kemudian, datang kendaraan Roda 4 yang mau parkir di tempat tersebut, sehingga oleh tukang parkir Nasabah tersebut ditegur lagi supaya dipindah, merasa tidak terima ditegur lagi akhirnya Nasabah tersebut Cekcok adu mulut, dengan juru parkir BCA berinisial (SD) nah kebetulan disana ada anggota Polisi yang Juga ingin Mengambil Uang tunai, sehingga anggota polisi tersebut melerai keduanya, berhubung nasabah tersebut tidak mau di lerai, akhirnya (SB) di amankan oleh anggota Polisi tersebut.

” Niatnya anggota tersebut hanya ingin melerai, karena SB tersebut tidak mau dilerai Akhirnya oleh anggota tersebut diamankan (di rangkul) jadi melerai karena adu mulut sama tukang parkir, kalau di bilang Mabuk, anggota tersebut tidak mabuk” jelas Dody.

Dari tempat lain, Badrus Sholeh Ruddin. SH, Ketua Pemuda Peduli Desa (PAPEDA) Menjelaskan.

“Saya melihat dalam kasus oknum polisi cekik warga ini sepertinya ada kebohongan yang amat serius, dalam rilisan berita salah satu media online mengatakan oknum polisi (WY) hanya melerai orang berkelahi atau cekcok, tapi setelah kami turun ke lokasi saya tanya kepada yang bersangkutan dan kepada saksi mereka menjelaskan tidak ada pertengkaran,” ujarnya.

Lanjut Badrus soleh ruddin selaku Ketua pemuda peduli desa” Indonesia ini negeri Hukum bukan negeri Cekik mas dimana seluruh kegiatan kehidupan bernegara di ikat oleh aturan perundangan undangan yang berlaku, kalau dianggap warga dimaksud melanggar semestinya diamankan dibawa ke Polres bukan malah di cekik begitu.

Saya kasihan dan prihatin terhadap warga yang di cekik dia dengan istri dan anaknya yang masih bayi mereka mengalami kekerasan psikilogi.

Atas kejadian ini patut kita duga Oknum Polisi Arogan melanggar kode etik PERKAPOLRI NO 14 TH 2011 junto 2 & 3. Saya harap Bid Propam Polres objektif dalam melakukan penyelidikan anggotanya yang brutal sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di tengah-tengah masyarakat” Imbuhnya.

Penulis : Ikhsan Ali

Editor   : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ayo ngopas ya!!!!