Mei 29, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Klaim 700 Massa yang Hadir Cuma Belasan : Aksi Fric di Kantor PGRI Bangkalan Berujung Audiensi

Bangkalan | Kabarmetronews.com – Aksi demonstrasi Fast Respon Indonesia Center (FRIC) DPW Jawa Timur di Kantor PGRI Kabupaten Bangkalan menuai sorotan. Sebab jumlah peserta yang hadir di lapangan jauh berbeda dari angka yang sebelumnya diumumkan.

Sebelumnya, Ketua FRIC DPW Jawa Timur, Imam, menyatakan akan mengerahkan massa sekitar 700 orang dari unsur wartawan dan LSM berbagai daerah, termasuk Surabaya dan Madura.

Angka itu disebut sebagai respons atas pernyataan Ketua PGRI Bangkalan yang sempat jadi polemik.

Namun berdasarkan pantauan di lokasi, massa yang hadir diperkirakan hanya belasan orang. Aksi yang berlangsung di depan kantor PGRI Bangkalan juga tidak lama. Setelah itu peserta beralih ke forum audiensi dengan pengurus PGRI.

Kesenjangan antara klaim ratusan massa dengan realisasi kehadiran memunculkan pertanyaan publik soal konsistensi. Dalam dinamika unjuk rasa, jumlah peserta memang bisa berubah karena kondisi lapangan, koordinasi internal, hingga tingkat partisipasi anggota.

Meski begitu, selisih yang cukup jauh tetap jadi perhatian. Sejumlah pihak menilai pengumuman pengerahan ratusan massa lebih bersifat tekanan psikologis atau gertakan politik, ketimbang gambaran riil kekuatan massa di lapangan.

Dari 700 massa yang diinformasikan lewat surat dan pernyataan ke publik, yang datang hanya belasan orang. Aksi pun singkat dan dilanjutkan dialog.

Terlepas dari jumlah peserta, aksi berlangsung kondusif. Pihak FRIC menyampaikan sejumlah tuntutan dan keberatan langsung kepada pengurus PGRI Bangkalan dalam forum audiensi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kredibilitas gerakan massa tidak hanya diukur dari besar angka yang diumumkan sebelum aksi. Tapi juga dari kesesuaian antara klaim, realisasi di lapangan, serta substansi tuntutan yang diperjuangkan.

Ketika ada selisih besar antara jumlah massa yang dijanjikan dan yang hadir, publik punya ruang untuk menilai sendiri tingkat mobilisasi dan kekuatan riil organisasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *