Ada Temuan Proyek Pembangunan RKB di SDN Pejagan 3 Disdik Bangkalan akan Lakukan Kroscek
Bangkalan | Kabarmetronews.com – Proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SDN Pejagan 3, Kecamatan Bangkalan, sudah selesai. Namun, pengerjaannya masih meninggalkan catatan buruk, diduga dikerjakan tidak sesuai standar kualitas.
Diketahui pagu anggaran proyek RKB SDN Pejagan 3 tersebut sekitar 800 juta lebih, namun sejumlah kejanggalan fisik bangunan ditemukan di lapangan, mulai dari jendela yang miring hingga hasil pengecatan yang tidak merata.
Kepala SDN Pejagan 3 Bangkalan, Heri Purwanto, mengeluhkan kondisi bangunan baru tersebut. Ia menyebut, beberapa bagian bangunan tampak tidak presisi seperti daun jendela dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas pekerjaan.
“Yang benar-benar baru itu hanya dua ruang kelas di atas. Kalau yang di bawah bangunannya sudah ada, hanya pintu, jendela, dan cat saja. Selain itu ada penambahan cakar ayam karena di atas ada dek,” jelasnya.
Meski demikian, kualitas pekerjaan dinilai jauh dari harapan. Selain jendela yang tidak lurus, hasil pengecatan di beberapa ruangan tampak belang dan tidak rata, seolah dikerjakan terburu-buru tanpa finishing yang layak.
Heri mengaku sudah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan serta konsultan pengawas proyek, namun hingga kini belum ada tindakan atau perbaikan yang dilakukan.
“Saya sudah sampaikan ke dinas pendidikan dan juga ke konsultan pengawas, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ungkapnya.
Hasil pantauan awak media di lokasi menguatkan keluhan tersebut. Beberapa jendela terlihat miring dan tidak sejajar dengan kusen, sementara cat dinding ruangan tampak belang dan tidak merata, menandakan kualitas pengerjaan yang patut dipertanyakan.
Ironisnya, saat ditanya mengenai perusahaan pelaksana proyek, pihak sekolah mengaku tidak mengetahui secara pasti.
“Saya tidak tahu CV apa yang mengerjakan. Yang saya tahu hanya pelaksananya bernama Herman, orang Geger,” kata Heri.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Ali Yusri Purwanto, menegaskan bahwa kondisi bangunan di SDN Pejagan 3 memang telah menjadi perhatian pihaknya sejak awal.
“Untuk SDN Pejagan 3 memang sudah menjadi catatan kami di Dinas Pendidikan bersama tim teknis. Saat kami lakukan pengecekan seratus persen, memang ada temuan, salah satunya daun jendela yang miring dan tidak presisi,” ujar Yusri.
Ia menyampaikan, pihaknya akan segera menindaklanjuti temuan tersebut dengan turun langsung ke lapangan bersama tim teknis untuk memastikan apakah rekomendasi perbaikan yang telah dicatat sebelumnya sudah dilaksanakan oleh pelaksana proyek atau belum.
“Besok kami bersama tim teknis akan turun kembali ke lapangan untuk mengkroscek apakah catatan yang sudah kami sampaikan itu sudah ditindaklanjuti atau belum,” jelasnya.
Yusri menegaskan, seluruh temuan tersebut masih menjadi tanggung jawab penuh pihak pelaksana proyek, mengingat masa pemeliharaan bangunan masih berlaku.
“Ini masih menjadi tanggung jawab pelaksana, karena memang ada masa pemeliharaan selama enam bulan. Kami pastikan jaminan pemeliharaan itu tidak akan kami serahkan selama pekerjaan yang menjadi catatan belum diperbaiki,” tegas Yusri. (Arif).