Polres Sampang Dinilai tidak Becus Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Kohati Sampang akan Gelar Konsolidasi Akbar
Sampang | Kabarmetronews.com – Kekerasan terhadap perempuan dan anak, dinilai harus menjadi perhatian bersama. Hal ini, banyak terjadi di wilayah Kabupaten Sampang tetapi penanganan kasus tersebut kurang maksimal.
Atas ketidak becusan Polres Sampang dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, Pengurus Kohati Cabang Sampang Periode 2023-2024 mengajak seluruh Kader HMI dan HMI Wati mengadakan konsolidasi akbar.
Konsolidasi akbar akan diselenggarakan di GOR indor Sampang pada hari Minggu (05/01/2025) pukul 13.00 WIB sampai selesai.
Kops HMI Wati (Kohati) dan lembaga Otonom Pos Pengaduan Perempuan dan Anak Kabupaten Sampang memberikan raport merah. Sikap ini dilakukan sebagai protes dan penyampaian catatan merah Polres Sampang atas maraknya sejumlah kasus yang terjadi di Kota Bahari.
Diketahui, pada 21 Desember 2024 lalu, Kohati dan lembaga Pos Pengaduan milik Kohati dapat laporan warga Mandangin, Kecamatan Sampang untuk mendampingi kasus kekerasan.
Pengadu atau korban disiram air panas oleh suaminya, kemudian lalu Pos Pengaduan Kohati mendampingi korban untuk melapor ke Polres Sampang.
“Kasus ini menimbulkan tanda tanya besar terhadap kinerja Kapolres Sampang beserta jajarannya, karena kasus ini tidak ada kejelasan sampai saat ini. Kohati yang fokus gerakannya terhadap perlindungan, pemberdayaan perempuan dan anak apalagi mengingat kasus yang terjadi banyak tak ditangani,” tegas Ketua Kohati Sampang, Uswatun Hasanah, Kamis (02/01/2024).
Kondisi tersebut, kata Uswatun untuk mendorong Kohati Sampang memberikan raport merah terhadap Kapolres Sampang dan Jajarannya.
“Aspirasi ini kami ungkapkan, karena aduan serta keresahan masyarakat atas maraknya kasus di Kabupaten Sampang,” katanya.
Penulis : Arif
Editor ; Redaksi