Mei 10, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Anam Apresiasi Langkah Acek Kusuma Kawal Dugaan Korupsi RSUD Dr Soetomo

Bangkalan | Kabarmetronews.com – Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (PJB), Anam, memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan Direktur APMP Jatim, Acek Kusuma, dalam mengawal dugaan skandal korupsi di RSUD Dr Soetomo Surabaya yang saat ini tengah ditangani Kejaksaan Negeri Surabaya.

Menurut Anam, langkah yang dilakukan Acek bukan sekadar kritik biasa, melainkan bentuk kepedulian sosial yang dibangun melalui kajian akademik, pengumpulan data, hingga keberanian membawa persoalan tersebut ke jalur hukum resmi.

“Ini salah satu langkah yang menurut kami jarang dilakukan anak muda hari ini. Tidak hanya menyampaikan opini di media sosial, tetapi juga melakukan kajian, mengumpulkan dokumen, lalu mengawal prosesnya secara konstitusional,” ujar Anam, Jumat (8/5/2026).

Ia menilai, pendekatan yang dipakai Acek Kusuma bersama APMP Jatim memiliki dasar argumentasi yang lebih kuat karena merujuk pada sejumlah dokumen audit dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI dalam rentang beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, pola gerakan seperti itu menjadi contoh positif bagi generasi muda agar lebih mengedepankan intelektualitas dan keberanian moral dalam mengawasi penggunaan anggaran publik.

“Ketika ada dugaan penyimpangan anggaran negara, maka kontrol sosial itu penting. Tetapi kontrol sosial juga harus berbasis data, berbasis kajian, dan memiliki relevansi akademik. Itu yang kami lihat dalam langkah yang dilakukan saudara Acek,” tambahnya.

Anam juga menilai keberanian APMP Jatim mendatangi Kejati Jatim hingga memenuhi panggilan klarifikasi di Kejari Surabaya menunjukkan adanya konsistensi dalam mengawal isu publik, khususnya di sektor pelayanan kesehatan.

Ia berharap proses hukum yang sedang berjalan dapat dilakukan secara transparan dan profesional agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Kami tentu menghormati asas praduga tidak bersalah. Namun di sisi lain, aparat penegak hukum juga harus membuka ruang transparansi agar publik mengetahui perkembangan penanganannya,” katanya.

Lebih lanjut, Anam menyebut gerakan berbasis data seperti itu perlu mendapat dukungan moral dari masyarakat karena dapat menjadi bagian dari penguatan demokrasi dan pengawasan terhadap penggunaan uang negara.

“Kalau anak muda sudah mulai berani melakukan kajian serius terhadap persoalan publik, itu hal yang baik untuk masa depan demokrasi kita. Kritik yang berbasis data jauh lebih sehat dibanding sekadar narasi tanpa landasan,” pungkasnya.

Penulis : Arif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *