Marak Pencurian Hewan Ternak Sapi, Beberapa Kades 4 Kecamatan Lakukan Aksi Audiensi ke Mapolres Bangkalan
Bangkalan | Kabarmetronews.com – Maraknya aksi pencurian hewan sapi yang terjadi di 4 kecamatan Kabupaten Bangkalan, beberapa kepala desa melakukan aksi audiensi di Mapolres Bangkalan, Senin (20/4/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral pemimpin desa dalam mengawal keamanan wilayah mereka dari ancaman pencurian hewan ternak yang telah berlangsung lama.
Langkah persuasif ini dikomandoi langsung oleh Bahrudin, Kepala Desa Brakas Dajah, yang juga menjabat sebagai Ketua PKDI Modung dan Wakil Ketua PKDI Bangkalan yang didampingi oleh oleh Syaiful Ismail, Kepala Desa Karangentang sekaligus sebagai Sekertaris PKDI Bangkalan.
Turut hadir dalam audiensi, sejumlah perwakilan kepala desa 4 kecamatan Modung, Galis, Tanah Merah dan Kwanyar.
“Kami ucapkan terima kasih terhadap kinerja polres Bangkalan yang telah menangkap dua pelaku dan tertangkapnya di Kecamatan Modung,” ujar Bahrudin saat ditemui setelah selesai audiensi.
Ia juga mendukung penuh proses perkembangan kasus pencurian hewan dan menuntut agar kasus tersebut diselesaikan secara tuntas sampai ke akarnya.
“Ini adalah sindikat terbesar untuk pencurian hewan di 4 kecamatan. Mereka berkelompok dan ini sudah tidak asing lagi terhadap komplotan itu dan saatnya kami bergerak, untuk memberantas komplotan-komplotan itu demi keamanan desa,” katanya.
Kepala desa berkomitmen dan berjanji membantu pihak polisi bahkan jika penyelidikan tersebut mengarah pada warga di desa sendiri, mereka siap memberikan informasi dan akses bagi kepolisian untuk melacak hingga ke akar-akarnya.
“Kami berjanji untuk membantu polisi sampai ke akar-akarnya kalau memang ada warga desa kami yang terlibat dalam hal itu, kami serahkan hidup atau mati,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Kanit Pidum
Satreskrim Polres Bangkalan, Ipda Nur
Cahyo, menyambut baik dukungan para kepala desa dalam mengungkap kasus pencurian hewan.
Menurutnya, informasi dari para kepala desa menjadi kunci penting untuk membuka kasus-kasus lama yang belum terungkap.
“Ini menjadi dasar bagi kami untuk mengembangkan penyelidikan secara menyeluruh, karena indikasinya memang komplotan,” jelasnya.
Nur Cahyo menegaskan, kepolisian berkomitmen serius menangani kasus pencurian hewan, mengingat ternak sapi memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat di pelosok desa.
“Hewan ternak ini adalah ‘berlian’ bagi masyarakat dan ‘mahkota’ bagi kepala desa. Kami tidak akan main-main dalam pengungkapannya,” tegasnya.
Dari hasil pengembangan sementara, polisi telah menetapkan dua orang sebagai pelaku pencurian, sementara satu orang lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Selain itu, satu tersangka lain berperan sebagai pemberi bantuan kejahatan. (Arif).