DPUBM Kabupaten Malang Membangun Jembatan dan Duiker Dengan Sistem Abutmen
Malang | Kabarmetronees.com – Pada tahun 2025 ini salah satu program prioritas Pemkab Malang adalah membangun infrastruktur konektivitas antara wilayah desa.
Salah satunya pembangunan konektivitas antar desa adalah pembangunan dan rehabilitasi jembatan dan duiker.
Karena proyek ini adalah langkah krusial dalam mendukung masyarakat desa untuk bergerak dalam memajukan dan memperlancar kegiatan ekonomi yang memadai.
Selain itu juga memberikan manfaat bagi masyarakat kabupaten Malang di masa mendatang, khususnya dalam memperlancar distribusi baik itu produk pertanian maupun perkebunan.
Menurut Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khoirul Anam Kusuma atau biasa dipanggil Oong mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 ini
Ada sebanyak 37 titik jembatan dan duiker yang menyebar di beberapa kecamatan, DPUBM Kabupaten Malang melaksanakan kegiatan pembangunan dalam rehabilitasi jembatan ini dengan alokasi anggaran sebesar 22 milyar yang bersumber pada APBD.
Diungkapkan oleh Oong bahwa sistem yang digunakan dalam pembangunan rehabilitasi jembatan dan duiker ini yaitu abutmen jembatan ditarik ke belakang dan tidak berhadapan dengan bibir sungai.
“Jadi sistem abutmen ini di kedua ujung jembatan yang berfungsi untuk menyalurkan seluruh beban dari bangunan atas (superstruktur) ke pondasi dan tanah. Selain sebagai penyalur beban juga sistem ini berfungsi sebagai penahan tanah di kedua sisi jembatan dalam menahan tekanan horizontal dari tanah yang ada di belakangnya,” ujar O’ong.
Pada akhir tahun 2025 dibulan Oktober ini yang sudah terealisasi jembatan dan duiker sebanyak 13 titik.
Salah satu faktor hambatan pada pekerjaan ini adalah cuaca yang pada bulan – bulan ini sangat ekstrim hingga menyulitkan mobilisasi dalam pengiriman material maupun alat berat.
“Dan juga kendala tehnisnya adalah waktu efektif kerja terkendala dengan kondisi cuaca tersebut,” pungkas.
Penulis ; Djoko
Editor : Redaksi
