Wakil Ketua GASI Nilai Bea Cukai Madura Hanya Berani Tindak Warung Kecil Jual Rokok Ilegal
Sampang | Kabarmetronews.com – Wakil Ketua Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI), H. Sujai Tansil, angkat bicara terkait maraknya penindakan rokok ilegal di wilayah Madura yang dinilai tidak menyentuh akar persoalan.
Ia menilai bahwa razia yang dilakukan oleh Bea Cukai Madura hanya menyasar pedagang kecil, sementara pabrik-pabrik besar rokok ilegal dibiarkan beroperasi tanpa hambatan.
“Jangan cuma warung-warung kecil yang ditindak. PR besarnya itu pabriknya. Harus ada keberanian untuk membongkar yang di atas, bukan cuma menakut-nakuti yang di bawah,” tegas H. Sujai saat dimintai tanggapannya, Rabu (8/10/2025).
Pernyataan tersebut menyusul viral nya video petugas Bea Cukai Madura yang menenteng plastik kresek berisi rokok ilegal hasil razia dari sebuah warung di Kecamatan Pasean, Pamekasan.
Aksi tersebut menuai kritik publik karena dianggap hanya pencitraan dan tidak menyentuh pelaku utama produksi rokok ilegal.
Menurut Sujai, penegakan hukum yang tumpul ke atas tapi tajam ke bawah seperti ini mencederai rasa keadilan masyarakat.
“Kalau mau serius, bongkar sampai ke pabrik dan pemodal besarnya. Masyarakat juga sudah tahu siapa pemain di balik merek-merek rokok ilegal itu. Tapi kenapa sampai sekarang mereka tetap bebas?” ujarnya dengan nada geram.
Ia juga menyoroti temuan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan yang sebelumnya mengungkap keberadaan 121 mesin linting rokok ilegal di wilayah tersebut, namun tidak ada tindakan tegas terhadap pabrik-pabrik tersebut.
Dalam notula audiensi dua bulan lalu, dalam tuntutan GASI, telah disepakati bahwa pihak Bea Cukai Kanwil Jatim berjanji akan menindak tegas tanpa pandang bulu terkait maraknya peredaran rokok ilegal bermerek Hummer, Gebay, HJS, dan SR yang diketahui dimiliki oleh pemodal besar.
“Namun pada kenyataannya, janji tersebut hanya isapan jempol. Bea Cukai terkesan ‘ompong’ dan bahkan terlihat takut menindak milik para sultan Madura,” ucapnya.
Lebih jauh, Wakil Ketua GASI mempertanyakan integritas dan keberpihakan aparat penegak hukum dalam memberantas rokok ilegal.
“Jangan sampai ini hanya dijadikan panggung untuk cari muka atau formalitas laporan kinerja. Kalau Bea Cukai serius, harus berani membongkar jaringan besar, bukan menjadikan rakyat kecil sebagai kambing hitam,” tambahnya.
GASI mendorong adanya evaluasi kinerja Bea Cukai Madura dan keterlibatan langsung pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan, untuk menangani permasalahan ini secara menyeluruh dan transparan.
“Kalau cuma razia warung dan bawa plastik kresek lalu dianggap penegakan hukum, itu bukan solusi. Itu drama. Publik sudah cerdas, dan mereka menuntut ketegasan yang adil, bukan sandiwara,” pungkasnya. (Arif).