Juni 5, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Mempererat Silaturahmi Melalui Pamnas Bonsai 2024 di Bangkalan

Bangkalan | Kabarmetronews.com – Pameran Nasional (Pamnas) Bonsai 2024 telah digelar di Alun-Alun Kota Bangkalan Madura sejak tanggal 10 Desember 2024 beberapa hari lalu. Dijadwalkan pamnas akan berakhir pada tanggal 20 Desember mendatang.

Kontes dan pameran bonsai tahun ini mengusung tema “Bonsai Masekken Talena Ateh” yang berarti “Bonsai Mempererat Tali Persaudaraan dan Silaturahmi”.

Acara ini diharapkan menjadi momentum berharga bagi para pecinta bonsai, tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk memperkuat kebersamaan komunitas bonsai di seluruh Indonesia.

Ketua PPBI Cabang Bangkalan, Abdullah Subair, menyampaikan bahwa persiapan Pamnas tahun ini berlangsung dalam waktu singkat, hanya satu bulan, jauh lebih cepat dibandingkan persiapan normal yang biasanya memakan waktu sekitar enam bulan. Namun demikian, antusiasme dan komitmen para panitia serta peserta tetap tinggi.

“Pamnas ini adalah simbol silaturahmi dan apresiasi terhadap seni bonsai. Kami juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam pamnas ini. Dan kami berikan perhatian khusus kepada pemilik bonsai Kelas Utama sebagai bentuk penghormatan kepada karya mereka dan ini adalah langkah motivasi bagi kelas lainnya,” ujar Ra Dullo sapaan akrabnya saat ditemui di lokasi. Sabtu (14/12)

Pamnas Bonsai 2024 ini dirancang untuk memberikan pengalaman berkesan bagi peserta maupun pengunjung.

Untuk mengikuti kompetisi ini, peserta dikenakan biaya pendaftaran sesuai dengan kelas yang diikuti:

– Kelas Bahan: Rp50.000–Rp200.000

– Kelas Pratama: Rp100.000–Rp300.000

– Kelas Madya: Rp150.000–Rp350.000

– Kelas Utama: Gratis

Dalam penjelasannya Ra Dullo menrinci beberapa tahapan acaranya:

1. Penerimaan Bonsai (10–11 Desember 2025)

Pada hari pertama hingga kedua, panitia akan menerima bonsai dari peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap bonsai akan diklasifikasikan ke dalam empat kelas kompetisi, yaitu:

– Kelas Bahan

– Kelas Pratama

– Kelas Madya

– Kelas Utama

Ia menerangkan, tim teknis akan memverifikasi kelayakan bonsai sesuai standar kompetisi sebelum diserahkan kepada panitia untuk proses penilaian.

2. Penjurian (12–14 Desember 2025)

Proses penilaian dilakukan selama tiga hari oleh lima juri nasional serta seorang dewan juri.

Penilaian ini dilakukan secara ketat oleh salah satu juri nasional yang biasa dipanggil Weni Bonsai dengan berdasarkan kriterianya, yaitu;

– Penampilan

– Gerak Dasar

– Keserasian

– Kematangan

Menurutnya bahwa apresiasi utama diberikan kepada bonsai yang mencerminkan penjiwaan.

“Penampilan pohon dinilai dari gerak dasar, komposisi, dan alur pohon, hingga tahapan kematangan seperti cucu ranting yang menunjukkan keindahan dan kesempurnaan pohon tua,” jelas juri berambut gondrong itu sambil menikmati kopi bersama penyelenggara lomba.

Acara pembukaan akan berlangsung meriah pada 15 Desember, yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Pj Bupati Bangkalan Arif M. Edie dan Ketua Umum PPBI Pusat Alex R. Tangkulung. Peresmian ini menjadi simbol semangat untuk mempererat tali persaudaraan melalui seni bonsai.

Pameran bonsai ini akan dibuka untuk umum hingga 20 Desember. Masyarakat dapat menikmati keindahan dan seni bonsai yang dipamerkan oleh peserta dari berbagai daerah. Pameran ini menjadi sarana edukasi sekaligus apresiasi seni bagi semua kalangan.

Pameran diakhiri dengan pengambilan bonsai oleh para peserta dengan melanjutkan semangat berkarya dan berkolaborasi di masa depan.

Kompetisi Pamnas Bonsai 2024 memberikan penghargaan pada tiga kategori utama:

1. Best Ten: Sepuluh besar bonsai terbaik.

2. Best in Class: Bonsai terbaik di masing-masing kelas.

3. Best in Class Show: Bonsai terbaik dari seluruh kelas.

Pada kesempatan sore itu, ketua PPBI Madura, yang biasa dipanggil Anto, berharap ajang ini mampu memotivasi komunitas bonsai, khususnya di Madura dan Jawa Timur.

“Melalui Pamnas ini, kami ingin agar masyarakat pecinta bonsai lebih giat dan kompak dalam meningkatkan kualitas karya mereka,” ujarnya.

Menurutnya, Pamnas Bonsai 2024 tidak hanya menjadi ajang unjuk karya seni bonsai, tetapi juga ruang bagi pecinta bonsai untuk berbagi pengalaman, memperkuat solidaritas, dan membangun jaringan yang lebih luas.

“Kami ingin menjadikan Bangkalan sebagai saksi keberhasilan komunitas bonsai dalam menyatukan seni dan silaturahmi. Dengan tema kali ini, kami berharap setiap langkah dalam acara ini dapat mempererat tali kasih dan persaudaraan,” pungkasnya. (@red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *