Juli 23, 2024

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Alasan Cuci Darah Kepala SDN Banangkah 1 Burneh Mangkir Dari RDP DPRD Bangkalan

2 min read
Foto : H. Subaidi, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bangkalan

Bangkalan | Kabarmetronews.com – Menindaklanjuti pemberitaan sebelum-nya, terkait dugaan pungli pembayaran uang perpisahan senilai Rp. 150.000 per siswa di SDN Banangkah 1, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.

Komisi D DPRD Bangkalan memanggil pihak sekolah dan dinas pendidikan setempat untuk dimintai klarifikasi atas dugaan pungli tersebuttersebut atau yang biasa disebut Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Namun, baik kepala sekolah dan dinas pendidikan tidak ada yang menghadiri undangan atau pemanggilan klarifikasi.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan, H. Subaidi mengungkapkan rasa kecewa terhadap kepala sekolah dan dinas pendidikan karena tidak menghadiri undangan pemanggilan klarifikasi di Kantor DPRD Komisi D.

“Mestinya, kepala sekolah menghargai kita sampai saat jam 10.15 tidak ada yang hadir. Padahal undangan jam 09.30,” ungkap Baidi sapaan karibnya, Jum’at (14/06/2024) pagi.

Baidi menjelaskan ketidakhadiran kepala sekolah dikarenakan sakit dan ada jadwal cuci darah. Dirinya juga menuturkan tidak bisa memaksa karena sifatnya hanya klarifikasi.

“Jam 10.15 saya dapat info dari notulen kalau kepala sekolahnya minta undang kedua kalinya (jadwal ulang pemanggilan) katanya alasan sakit dan cuci darah. Kita sebagai anggota dewan tidak bisa memaksa karena kita disini sifatnya hanya klarifikasi saja. Nanti, kami akan membentuk jadwal ulang kepala sekolah,” ujar Baidi pada media ini.

Menurut dirinya, seharusnya kepala sekolah sebelumnya memberitahu pihaknya apabila tidak bisa menghadiri undangan klarifikasi.

“Surat itu kami kirim kemarin dan tidak ada pemberitahuan kalau kepala sekolahnya sakit atau ada jadwal cuci darah. Kita tetap konsisten akan mengundang lagi setelah lebaran pada hari Jum’at depan,” jelasnya.

“Sebelumnya ada berita kemudian saya turun sendiri (sidak) sempat tidak ada orangnya terus kami berinisiatif memanggil kenapa tidak ada orangnya dan kepala sekolahnya atau zonk,” kata Baidi.

Sebelumnya, pada hari Rabu (12/06) Komisi D melakukan sidak di SDN Banangkah 1 tetapi sempat tidak menemui guru maupun kepala sekolah dengan alasan jam istirahat dan cari makan siang.

Paskah Komisi D melakukan sidak di SDN Banangkah 1, kemarin pada hari Kamis (13/06) kepala sekolah memenuhi pemanggilan Polres Bangkalan untuk dimintai keterangan perihal dugaan pungli uang perpisahan siswa.

 

Penulis : Sam

Editor   : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ayo ngopas ya!!!!