Deteksi Sejak Dini, Polsek Tragah Polres Bangkalan Intensifkan Patroli Dialogis Jelang Pilkada 2024
Bangkalan | Kabarmetronews.com – Polres Bangkalan mengintensifkan patroli dialogis yang menyasar pada tempat keramaian, objek vital, dan masyarakat menjelang pelaksanaan Pilkada 2024, tanpa terkecuali termasuk Polsek Tragah.
Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya, S.H., S.I.K, M.I.K., melalui Kapolsek Tragah IPTU Nurul Hidayat, S.H. mengatakan bahwa tujuan untuk menjalin komunikasi yang humanis dengan warga demi terciptanya situasi yang tetap aman dan kondusif menjelang Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) 2024.
“Oleh karena itu, kami menyampaikan kepada warga yang turut berkontribusi dalam upaya mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” katanya.
Dalam upaya preventif untuk mencegah aksi kriminalitas seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, serta kenakalan remaja yang rentang terjadi menjelang Pilkada, maka Polsek Tragah mengintensifkan patroli kepolisian rutin yang ditingkatkan (KRYD).
Kegiatan rutin Kepolisian berupa patroli Harkamtibmas yang dilakukan oleh personel Polsek Tragah Bripka Chandra menyambangi beberapa warga di Desa Soket Dajah, Kec Tragah, Kab. Bangkalan, siang tadi (Sabtu, 18/5/2024).
Bripka Chandra memberikan penjelasan kepada warga bahwa tahun 2024 adalah tahun politik. Setelah mengikuti Pemilu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden (PPWP), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, masyarakat akan segera mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan pelaksanaan pemungutan suara direncanakan digelar secara serentak pada 27 November 2024.
“Saya menyampaikan kepada personil untuk memberikan pemahaman kepada warga binaannya bahwa walaupun terdapat perbedaan pandangan, sikap dan pilihan, itu merupakan hal yang sangat wajar dalam demokrasi, harus saling hormat menghormati perbedaan tersebut agar tidak terjadi perpecahan, tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita hoax, ujaran kebencian serta menolak dengan tegas semua bentuk kampanye hitam yang dapat mengakibatkan konflik di masyarakat,” tegas kapolsek.
Lanjut, kapolsek menambahkan, sebagai personil Polri harus memasang mata dan telinga untuk dapat menggali informasi yang berkembang di masyarakat.
“Kita harus lebih intens kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi, cegah adanya riyak-riyak yang dapat merusak kamtibmas jelang Pilkada, dan pastinya harus sampaikan sudah bukan jamannya/bukan membudayakan “carok,” imbuhnya. (@red/hms).