Mei 23, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Disdag Bangkalan Berlakukan Pembayaran Retribusi Pasar Non Tunai

Foto: Kepala Bidang (Kabid ) Pengelolaan Pasar Disdag Bangkalan, Dhenis Pribadi

Bangkalan | Kabarmetronews.com – Keberadaan pasar masih menjadi sangat penting bagi masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan. Berdasarkan kondisi yang ada di lapangan, terindikasikan adanya sebuah potensi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Oleh sebab itu, Kabupaten Bangkalan untuk terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Salah satunya melalui pengoptimalan tarif retribusi sewa pasar. Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan melalui Dinas Perdagangan juga membuat inovasi baru yakni pembayaran retribusi non tunai.

Kepala Bidang (Kabid ) Pengelolaan Pasar Disdag Bangkalan, Dhenis Pribadi menuturkan, untuk perpanjangan sewa di pasar pihaknya mengacu pada Perda dan tergantung dari industri atau barang yang dijual oleh pedagang.

“Terkait perpanjangan sewa, misalnya 4X4 di Perda itu per M2 dari industrinya atau barang yang dijual sedangkan untuk bayarnya itu 1 kali dan berlakunya 3 tahun,” ujar Dhenis saat di ruangan kerjanya, Senin (29/01/2024) pagi.

Sementara itu, perihal jual beli toko/stand Dhenis menegaskan tidak boleh karena menyalahi aturan dan dirinya akan meminta klarifikasi kepada kepala pasar kalau terbukti ada praktek jual beli kios akan diserahkan ke Inspektorat dan APH setempat.

“Ada toko/los yang di kasih tulisan di jual itu menyalahi aturan karena itu aset pemkab tidak boleh di perjual belikan. Selama 1 tahun saya di sini tidak pernah ada kejadian los di jual, kalau ada indikasi seperti itu tolong di sampaikan ke saya,saya akan memanggil kepala pasar terkait untuk saya minta klarifikasi. Kalau ada kepala pasar yang melakukan praktek jual beli kios akan saya serahkan ke Inspektorat dan APH Bangkalan,” kata Dhenis menegaskan.

Lebih lanjut Dhenis mengatakan bahwa dirinya di tahun 2023 sudah memberlakukan pembayaran non tunai di dua pasar. Ia juga akan menambah penarikan retribusi non tunai di tahun sekarang.

“Saya selama menjabat disini (Disdag, red) sudah memberlakukan pembayaran non tunai Qris untuk penarikan retribusi di pasar Senenan dan pasar Bancaran. Sistemnya kios atau toko ada barcode masing masing, penarik retribusi cukup menscan barcodenya dan otomatis saldo pemilik kios akan berkurang. Untuk tahun 2024 saya ingin menambah pasar berlakukan Qris,itu target saya,” paparnya.

“Tahun 2023 target PAD 6.850.000.000 sudah tercapai. Dan untuk tahun 2024 target PAD tetap tidak ada kenaikan yaitu sebesar 6.850.000.000,” jelas Dhenis. (@red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *