Mei 30, 2024

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Ada Dugaan Pungutan saat Pembuatan Dokumen Kependudukan di RW 01, Bambang : Ini Sudah Berlangsung 30 Tahun

2 min read
Foto : Ketua RW 01 baju merah kombinasi hitam pakai topi

SURABAYA | Kabarmetronews.com – Pembuatan sejumlah Dokumen Kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), maupun akte kelahiran tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis.

Namun, hal itu tidak berlaku di wilayah RW 01, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. Pasalnya, diduga Ketua RW setempat meminta sejumlah nominal pada warga dalam mengurus surat pindah masuk.

Aksi pungutan liar (pungli) tersebut dengan beralasan sumbangan/kasih sejumlah nominal dengan secara sukarela. Akan tetapi jumlah nominalnya sudah ditentukan bahkan aksi pungli yang terjadi di wilayah RW 01 sudah berlangsung puluhan tahun.

Salah satu warga yang tidak mau di sebutkan namanya menuturkan bahwa dirinya saat mau mengurus surat pindah masuk dimintai nominal sebesar Rp. 150.000.

“Saya datang ke Balai RW 01 pada waktu mau mengurus pindah masuk, tetapi saya dimintai uang Rp. 150.000 oleh oknum staff RW 01,” ujarnya pada media ini saat di konfirmasi.

Sementara ditempat yang berbeda, Bambang selaku Ketua RW 01 mengakui bahwasanya warga yang membayar sejumlah nominal untuk pengurusan surat pindah masuk ke wilayahnya.

“Memang benar mas, adanya pembayaran uang Rp. 150.000 itu nanti lengkap sama kwitansinya dan ini sudah berlangsung atau mulai kurang lebih 30 tahun sebelum saya menjadi RW, ” ujar Bambang, Minggu (04/12/2022) pukul 20.30 WIB.

Foto : Kwitansi (SPJ) santunan sosial bagi warga meninggal dunia

“Ini semua sudah ada kesepakatan dari pihak seluruh Ketua RT yang ada di RW 01. Disini ada 25 RT, sebenarnya saya ini wakilnya karena Ketua RW meninggal jadi saya yang menggantikannya,” sambungnya.

Selain itu Bambang juga menjelaskan jika uang tersebut akan kembali lagi ke warga. Ia menegaskan bila pihaknya tidak mewajibkan bagi warga yang tidak mampu dengan catatan langsung koordinasi dengan RT setempat.

“Disaat pada Covid-19 ada warga kami meninggal terpapar juga sekitar 55 orang, itu pun kami menyantuni dan kalau memang ada orang meninggal kita ambil uang Kas itu mas, kalau yang meninggal pria mendapat Rp. 400.000 sedangkan kalau perempuan mendapat Rp. 450.000,” jelas Bambang menegaskan.

Penulis : Takim

Editor   : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ayo ngopas ya!!!!