Juli 13, 2024

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Dugaan Percobaan Pembunuhan, Tokoh Pemuda Desa Banyumas Adukan Oknum LSM ke Polisi

2 min read

SAMPANG | Kabarmetronews.com – Salah satu tokoh pemuda Arifin warga Dusun Kandangan, Desa Banyumas, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, pada hari Sabtu (12/11/2022) mendatangi polres setempat.

Dimana, kedatangan Arifin itu mengadukan inisial SH warga Dusun Tarogan, Desa Banyumas, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang yang juga merupakan oknum LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dengan dugaan penyerangan menggunakan senjata tajam berupa sebilah clurit.

Aduan tersebut diterima oleh PS Kanit Pidter Satreskrim Polres Sampang Aipda Soni Eko Wicaksono, S.H.

Foto : Tanda terima aduan dugaan penyerangan/percobaan pembunuhan dari Polres Sampang

Selain diduga jadi budak sabu, ada warga yang mencurigai SH juga sebagai penunjuk jalan bagi para pelaku maling sapi yang terjadi pada hari Minggu (06/11/2022).

Pasalnya, sebagian warga curiga sapi yang hilang ada hubungannya dengan SH, karena pada sebelumnya dia sering koar-koar Desa Banyumas tidak akan kondusif terutama masalah keamanan malam.

Mawi pemilik sapi yang hilang merasa keberatan karena telah di video dan di viralkan ke media sosial serta diberitakan salah satu media online oleh oknum LSM tersebut.

“Saya tidak nyuruh SH untuk memberitakan kehilangan sapi dan juga tidak tau kalau di video terus di viralkan, bahkan saya kaget sampai dirilis ke media online,” ujarnya memberikan keterangan saat dikonfirmasi.

Selain itu Mawi juga mengatakan, bahwa dirinya tidak berkomentar apa-apa waktu SH meminta untuk menunjukkan kandang sapi milik dirinya.P

“Padahal kejadian itu masih belum 24 jam, takutnya sapi itu terlepas sendiri bukan dicuri maling makanya saya tidak mau komentar,” jelas Mawi menegaskan pada media ini.

Sementara itu Arifin yang mengadukan oknum LSM tersebut ke Polres Sampang menuturkan, jika dirinya kebetulan waktu itu menghadiri pengajian dekat rumah SH, berniat ingin mempertanyakan pemberitaan sapi hilang tersebut.

“Karena pemberitaan itu sangat meresahkan sekali bagi masyarakat. Kemudian, saya mendatangi rumah SH, bukannya di suruh duduk tapi malah saya langsung disambut dengan sebilah clurit, untung saya masih selamat,” ungkap Arifin menerangkan.

Lebih lanjut Arifin mengatakan, bahwa setelah kejadian itu, ia dan beberapa saksi mengadukan perbuatan SH ke Polres Sampang dengan dugaan penyerangan/percobaan pembunuhan dengan barang bukti sebuah clurit bergagang kayu dengan sarung pengaman terbuat dari kulit berwarna hitam.

Namun, saat dikonfirmasi dan berita ditayangkan yang bersangkutan (SH, red) belum memberi tanggapan.

Reporter : SJ

Penulis   : HL

Editor     : Redaksi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ayo ngopas ya!!!!