Januari 20, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Pertahankan Rumah Layak Huni Professionalisme SDM Pendamping PKH Arosbaya Bangkalan Dipertanyakan

BANGKALAN | Kabarmetronews.com – Profesionalisme pendamping Program Keluarga Manfaat (PKH) Wilayah Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan patut dipertanyakan. Pasalnya, penerima PKH yang berada di Desa Buduran kecamatan setempat sudah masuk keluarga sejahtera.

 

Penilaian atau keprofesionalan pendamping PKH yang dipertanyakan salah satunya yang diungkapkan oleh akun Facebook bernama Mathur. Ia mempertanyakan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) Pendamping PKH dalam menentukan kelayakan warga untuk menerima program bansos dari Kemensos tersebut.

 

“Ini kondisi rumah penerima PKH di Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, ini pendamping PKHnya paham gak? kok melakukan pembiaran. Dinsos Bangkalan ayo dievaluasi kinerja pendamping PKH yang seperti ini,” tulis Mathur di akun facebooknya sembari menyertakan beberapa foto rumah saat dilakukan labelisasi beberapa hari yang lalu.

 

Selain dari akun facebook Mathur itu hal senada juga diungkapkan Hanif pegiat wilayah Arosbaya dirinya menyatakan di wilayah Desa Buduran beberapa rumah yang kontras terlihat tidak layak huni malah tidak tercatat sebagai KPM PKH maupun BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) program bansos dari Kemensos tersebut.

 

“Jangankan publik kamipun juga merasa aneh dengan profesionalisme rekan-rekan pendamping PKH dalam memberikan penilaian kelayakan penerima PKH khususnya saat melihat kondisi kualitas rumah warga, padahal kami yakin sudah ada ketentuannya warga dikategorikan layak maupun tidak layak sebagai penerima bansos PKH,” ujarnya.

 

“Terlepas pendamping PKH punya alasan pembenaran untuk menyangkal komplain publik, ya semoga pejabat terkait bisa memberikan penilaian secara objektiv agar PKH benar-benar bisa tepat sasaran, apalagi sampai Mathur dewan provinsi turut mempertanyakan profesionalisme dari SDM PKH wilayah Arosbaya,” jelas Hanif menyampaikan keterangannya.

 

Dikatakan, Hanif bahwa masih banyak warga Desa Buduran yang layak menerima bansos namun malah yang terlihat sudah sejahtera yang dipertahankan oleh para pendamping PKH setempat.

 

Sebelumnya pihak pendamping PKH Hariskianto menerangkan sesuai info terkini yang didapatkan pihaknya, Rusmiati itu tidak punya anak dan posisi ngepolong (tinggal bersama) keponakan.

 

Hariskianto juga menuturkan, rumahnya itu baru dua bulan yang lalu di renov teras dan bagian atasnya dengan sumber dana dari saudaranya (yang anaknya ekepolong Rusmiati). Setiap bulan kata Hariskianto dia juga dikirimi oleh saudaranya untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama anak saudaranya yang ekepolong tersebut mas.

 

Beliau sendiri tidak bekerja. Beliau termasuk penerima BPNT sekaligus PKH dengan komponen Lansia. Dan ini yang menjadikan sorotan mas Hanif karena disangka sudah tidak punya komponen namun masih dapat PKH. Dan kebetulan mungkin mas Hanif tak kepikiran pada status Lansia dari ibu Rusmiati. Demikian hasil telah dan assessment di lapangan,” urai Hariskianto menyampaikan klarifikasinya. @red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ayo ngopas ya!!!!