Melalui Rokat Tasek Kepala Desa Tengket Melestarikan Budaya Daerah
BANGKALAN | Kabarmetronews.com – Di masa era digital dan milenial sekarang ini, tradisi turun-temurun/adat istiadat mulai tergeser dengan seiringnya waktu. Namun, hal tersebut tidak berlaku di Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangakalan untuk melestarikan tradisi turun-temurun, kepala desa setempat menggelar Rokat Tasek.
Selain Rokat Tasek, Kepala Desa Tengket H. Suli juga menggelar lomba yaitu lomba nasi tumpeng hias dan lomba hias perahu, Sabtu (22/07/2023) pukul 09.00 WIB.
Acara dihadiri Plt Bupati Bangkalan Moh. Mohni, Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya, M.H, S.I.K, M.I.K, Kasat Reskrim Polres Bangakalan AKP Bangkit Dananjaya, S.I.K, M.A, Jajaran Forkompinda, Dinas Perikanan, Dinas Budaya dan Pariwisata, Dinas PRKP, Anggota DPR Provinsi Jawa Timur, Anggota DPRD Bangkalan, Lanal Batuporon, Kodim Bangkalan, Jajaran Forkopicam Arosbaya, Kepala Desa se-Kecamatan Arosbaya, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan masyarakat Tengket, Puskesmas Arosbaya dan PKK Tengket.
“Kegitan ini sejatinya dilaksanakan bertepatan dengan 1 Muharram, dikarenakan berbenturan dengan kegiatan lain terpaksa ditunda hingga tanggal 3 Muharram atau hari ini,” ujar H. Suli dihadapan awak media.
Lebih lanjut Suli mengatakan, atas saran dan masukan sesepuh agar kedepannya kegiatan Rokat Tasek harus lebih ditingkatkan lagi seperti lomba hias perahu dan lomba hias nasi tumpeng.
Menurut Suli, tradisi dan kebudayaan tersebut bisa meningkatkan dibutuhkan peran serta Pemerintah Kabupaten Bangakalan.

Ia juga menuturkan agar memperhatikan keberadaan mangrove di Desa Tengket, jangan hanya ada namanya saja tetapi juga pelestariannya.
“Apabila pemerintah mendukung langsung tradisi rokat tasek dan wisata di desa tengket insyaallah saya yakin ke depan akan menjadi unggulan wisata yang ada di Kabupaten Bangkalan,” kata Suli.
Sementara itu, Plt Bupati Bangkalan, Drs. Mohni, MM mengatakan ia baru mengetahui kalau ada kegiatan rokat tasek yang cukup meriah tersebut diselenggarakan desa Tengket. Menurutnya Desa Tengket terdapat potensi yang belum di gali, seperti wisata mangrove.
“Sebenarnya saya sudah mengetahui saat tahun 2004, cuma ya gimana karena ada BKSDA yang sudah mengelola, kalau kita yang mengelola takut mengganggu hewan-hewan, kita juga harus perhitungkan itu,” tuturnya.
“Rokat Tasek ini merupakan berkah baru pertama dan juga saya minta Disbudpar agar mengagendakan rokat tasek ini, bahkan di samping rokat tasek juga lanjut dengan wisata, kita juga harus mendengarkan dulu masukan dari BKSDA,” tandas Mohni.
Ditempat yang sama, Salah satu anggota DPR Provinsi Jawa Timur Mahfud dari fraksi Gerindra mengapresiasi kepada Bupati dan Kapolres, karena pertama kali acara Rokat Tasek dihadiri jajaran Forkompinda Bangkalan.
Ia juga mengapresiasi atas terselenggaranya acara Rokat Tasek yang sudah dilaksanakan setiap tahun (acara rutin). Mahfud juga berharap kedepannya Desa Tengket terutama kebudayaannya lebih baik lagi dari sebelumnya.

“Saya berpesan kepada H. Suli jangan lupa dan memudar setelah menjadi kepala desa tetapi harus lebih semangat lagi, ingat perjuangan kita yang memperjuangkan kelestarian Madura ini, agar kebudayaan khususnya Kabupaten Bangakalan ini lebih maju lagi,” pesan Mahfud pada Kepala Desa Tengket yang baru dilantik.
Dilain pihak Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PKB melalui Sekjen PKB DPC Bangkalan Rofik menuturkan bahwa Desa Tengket pernah juara kedua Tingkat Provinsi Jawa Timur secara berturut-turut yakni tahun 2009 dan 2010.
“Cuman Desa Tengket sekarang ini ibaratkan umpan yang belum diasah, mudah-mudahan dengan kehadiran Bupati dan Kapolres serta anggota DPRD Provinsi suatu kewajiban atau tanpa diminta untuk memperhatikan kesejahteraan lebih-lebih masyarakat pesisir ini bukan panas sedetik yang kita rasakan seperti sekarang ini,” tandasnya.
“Mungkin kedepannya kita bertindak sekarang mulai dari tempat ini untuk peresmian hutan bakau yang akan datang,” pungkasnya. (@red)
