Tingkatkan Mutu Pendidikan, Korwil Socah Gelar Sosialisasi Pengimbasan dan Pelatihan IKM
BANGKALAN | Kabarmetronews.com – Guna meningkatkan kompetensi kepala sekolah untuk mengelola lembaganya dan meningkatkan mutu guru agar mendapatkan sertifikat. Dalam hal tersebut, Sekolah Penggerak bekerjasama dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) menggelar program Implementasi Kurikulum Merdeka.
Peserta yang mengikuti program tersebut dari kepala sekolah, guru kelas 1 dan guru kelas 4. Kegiatan ini berlangsung mulai hari Senin-Kamis (10-13/07/2023) di SDN Keleyan 1, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Korwil Socah, Dra. Hairiyah, M. Pd saat dikonfirmasi menuturkan, Sekolah Penggerak bekerjasama dengan K3S untuk mengelar program Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) diikuti kepala sekolah dan guru kelas 1 dan 4 di masing-masing sekolah.
“Jadi yang tidak masuk PSP itu masuk mandiri, kegiatan ini bukan menyelenggarakan tapi mempraktekkan ilmunya untuk dijelaskan tentang Implementasi Kurikulum Merdeka. Setiap tahunnya diharapakan guru mempunyai sertifikat untuk kenaikan tingkat,” ujarnya, Senin (10/07/2023) siang.
Hairiyah juga berharap sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan kegiatan itu/menerima ilmu tentang IKM bisa mengaplikasikan dan melaksanakan program Kurikulum Merdeka.

“Nanti kepala sekolah membantu kurikulum atau costnya untuk yang baru masih kelas 1 dan kelas 4, sedangkan yang lama kelas 1 sampai kelas 4 yang sudah PSP,” katanya pada media ini. Jadi, kurikulumnya sudah ada yakni kurikulum 13 dan kurikulum merdeka. Diharapkan tahun ajaran ini sudah bisa dilaksanakan,” tandas Hairiyah.
Sementara ditempat yang sama, menurut Ketua K3S Kecamatan Socah Priyono bahwa terselenggaranya program itu mengacu pada ketetapan rekan standard nasional.
“Socah ini telah ditetapkan satuan pendidikan untuk melaksanakan IKM. Jadi istilahnya menyambut dari ketetapan itu, maka kami dari K3S berinisiatif untuk belajar bersama dan berbagi dari yang belum di fasilitasi oleh penyelenggara Program Sekolah Penggerak,” ujarnya.
“Kami semua menjadi peserta disini adalah lembaga yang sudah ditetapkan sebagai satuan pendidikan untuk melaksanakan Kurikulum Merdeka di tahun ajaran 2023-2024,” sambung Priyono.
Selain itu, Priyono menjelaskan, peserta yang mengikuti program IKM terdiri dari 25 kepala sekolah, guru kelas 1 ada 40 orang dan guru kelas 4 berjumlah 40 orang.
“Jadi PSP di acara ini sebagai pemateri, ada 2 sekolah yang pararel harusnya lembaganya yang ikut 38 karena lembaga 41 baik negeri maupun swasta yang 3 sudah PSP kebetulan sekarang ini sebagai yang mengimbaskan,” jelasnya.
Priyono berharap, dengan adanya kegiatan itu dapat meningkatkan kompetensi kepala sekolah dalam mengelola pendidikan di lembaganya masing-masing dan harus menghargai perbedaan baik itu perbedaan dari lembaga, terlebih perbedaan peserta didik.
Penulis : Samsul
Editor : Redaksi
