Mei 24, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Tragedi Berdarah di Tanah Merah Laok, Satu Meninggal Dunia Enam Dirujuk Rumah Sakit

Foto: Korban tragedi berdarah/carok yang di rujuk ke Rumah Sakit

 

BANGKALAN | Kabarmetronews.com — Tragedi berdarah melibatkan beberapa warga Desa Tanah Merah Laok dengan warga Baipajung yang terjadi pada Hari Minggu (04/06) pukul 07.00 WIB bertempat di Kampung Billeh, Dusun Banyualet, Desa Tanah Merah Laok, Kecamatan Tanah Merah.

 

Akibat perkelahian tersebut menyebabkan satu korban meninggal dunia dan mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam.

 

Menurut keterangan/informasi yang diperoleh perkelahian bermula saat As’a (warga Tanah merah Laok) mengendarai motor yang melintas di sekitar Wilayah Desa Tanah Merah Dajjah membawa telur kemudian ditegur oleh Sakdullah (Warga Desa Baypajung) agar tidak ngebut lalu cekcok dan keduanya terjadi perkelahian.

 

Namun paska perkelahian berdua antara Sakdullah dan As’ad itu berlanjut sebab Sakdullah tidak terima dengan kemudian membawa kawan-kawan mendatangi kediaman As’ad yang beralamat di Dusun Banyualet, Desa Tanah Merah Laok, kemudian terjadilah percekcokan antra dua kelompok warga yang berkembang pada perkelahian menggunakan sajam hingga mengakibatkan jatuh korban luka- luka dan korban jiwa.

 

Adapun nama-nama korban dari perkelahian berdarah dari dua desa tersebut yakni yang dievakuasi ke RSUD Syamrabu Bangkalan (Warga Desa Baypajung) diantaranya bernama Asmawi (50 Th) Alamat Desa Baipajung Meninggal Dunia, kemudian bernama Sini (40 Th) Alamat Desa Baipajung Laok, Husni (35 th) alamat Desa Baipajung, Sakdullah (41 Th) Alamat Desa Baipajung dan bernama Adnan Abdul Azis (50 Th) alamat Tanah Merah Dajjah.

 

Sedangkan yang dievakuasi ke RS. Dr. Soetomo Surabaya (Warga Desa Tanah merah Laok) diantaranya bernama As’ad (30 Th) dan Herman (23 Th).

 

Saat ini kondisi di kedua desa dapat dikendalikan oleh aparat Koramil dan Polsek Tanah Merah serta Polres Bangkalan.

 

Menyikapi peristiwa itu saat ini Kepolisian setempat terus melakukan upaya untuk meredam berkembangnya ekskalasi keamanan kedua desa pasca kejadian, serta melakukan pengamanan di rumah sakit tempat korban dirawat.

 

Pihak keamanan juga dikabarkan terus melakukan pendalaman keterangan tentang kejadian dari pihak-pihak yang terlibat baik palaku dan korban untuk pengembangan penanganan dari segi hukum serta terus memonitor perkembangan situasi dikedua belah pihak dengan menempatkan petugas keamanan secara terbuka dan tertutup. (@red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *