Januari 20, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Oknum Guru SMP Negeri 2 Bangkalan Diduga Lakukan Bullying Kata Tolol dan Miskin Kepada Siswanya

Bangkalan | Kabarmetronews.com – Diduga seorang oknum guru bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 melakukan bullying melontarkan kata-kata yang tidak pantas kepada sejumlah anak didiknya.

Diketahui, kata yang pantas diucapkan oleh seorang guru seperti tolol, jelek dan mIskin. Ucapan tersebut dinilai tidak hanya merendahkan martabat siswa, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak psikologis serius.

Padahal, seharusnya siswa itu mendapatkan perlindungan, pembinaan dan keteladanan dari seorang pendidik

“Sekolah itu tempat mendidik, bukan tempat menghardik dan merendahkan mental anak,” ujar salah satu wali murid dengan nada kecewa.

Saat dikonfirmasi, PLT Kepala SMPN 2 Bangkalan membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyatakan pihak sekolah akan segera mengambil langkah dengan memanggil oknum guru yang bersangkutan serta wali murid terkait guna melakukan klarifikasi.

“Kami akan memanggil yang bersangkutan dan wali murid untuk mendalami persoalan ini,” ujar Ahmad Husaini singkat. Senin (19/01/2026).

Tak berselang lama setelah mencuat ke publik, PLT Kepala SMPN 2 Bangkalan menyampaikan hasil klarifikasi dari oknum guru yang bersangkutan. Namun, klarifikasi tersebut justru memicu bantahan keras dari para siswa.

Plt Kepala SMPN 2 Bangkalan, Ahmad Husaini, menyampaikan bahwa berdasarkan pengakuan oknum guru, kalimat yang diucapkan bukanlah bentuk penghinaan, melainkan motivasi. Guru tersebut mengklaim hanya mengatakan, belajarlah yang pintar agar tidak menjadi orang yang tolol dan miskin.

Menurutnya, ucapan itu dimaksudkan untuk memacu semangat belajar siswa agar lebih giat dan disiplin.

Namun, klaim tersebut dibantah tegas oleh sejumlah siswa. Mereka menyatakan bahwa kalimat bernuansa motivasi itu hanya diucapkan di awal, bahkan ada yang menyebut tidak utuh.

“Awalnya memang seperti itu, tapi setelahnya tidak ada lagi kalimat ‘belajarlah yang pintar’. Yang ada malah langsung bilang, ‘kamu itu tolol, jelek dan miskin’,” ungkap salah satu siswa.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa ucapan tersebut bukan sekadar slip of tongue atau bentuk motivasi, melainkan pola komunikasi yang tidak pantas dilakukan oleh seorang pendidik.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan pelanggaran etika di lingkungan pendidikan. Publik kini menunggu ketegasan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, serta memberikan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran.

Pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa justru terancam berubah menjadi ruang yang melukai mental dan harga diri anak didik. (Arif).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ayo ngopas ya!!!!