kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

WPK Kecewa Audiensi tidak Ditemui Kapolres Bangkalan 

Bangkalan | Kabarmetronews.com – Beberapa wartawan yang tergabung dalam WPK (Wartawan Peduli Keadilan) mendatangi Mapolres Bangkalan, Polda Jatim, Jum’at (28/11/2025) siang.

Kedatangan WPK ini untuk audiensi dengan Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono terkait penanganan beberapa kasus. Namun jadwal audiensi gagal karena yang bersangkutan tidak ada di tempat atau sedang sibuk.

Berikut poin pembahasan dalam audiensi tersebut :

1. Maraknya pencurian sepeda motor (curanmor) milik rekanan wartawan di Perum Handoko Nilam Permai kantor media,

2. Maraknya kriminalitas

3. Penipuan

4. Kekerasan seksual

Kordinator WPK, Syaiful Anam dari media klikku.net, menyatakan kedatangannya ke Polres Bangkalan ini untuk audiensi namun Kapolres Bangkalan tidak bisa menemui para audiensi.

“Kami memang diagendakan untuk audiensi bersama dengan Kapolres. Namun ternyata hari ini Kapolres sibuk. Padahal sebelumnya kami sudah mengirim surat resmi untuk melakukan audiensi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran Kapolres sangat penting, mengingat tujuan pertemuan tersebut tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga menyampaikan sejumlah permasalahan yang dirasakan masyarakat dalam mendapatkan keadilan hukum.

“Kami dari Wartawan Peduli Keadilan menyatakan kekecewaan, sebab tujuan kami audensi kepada Kapolres Bangkalan. Selain silaturahmi dan memperkenalkan diri, kami juga ingin menyampaikan keluh kesah masyarakat dalam mendapatkan keadilan melalui proses hukum di Polres Bangkalan,” ungkap Anam.

Senada disampaikan Haris, jurnalis dari Jatiminfo.id. Menurutnya, audensi ini merupakan bentuk dukungan dan kepedulian para wartawan terhadap kinerja Polres Bangkalan di bawah kepemimpinan AKBP Hendro Sukmono.

“Sebetulnya kehadiran kami ke sini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap kinerja Polres Bangkalan. Namun sangat disayangkan Kapolres Bangkalan tidak bisa hadir di tengah-tengah kami,“ ujarnya.

Supriadi, Pemimpin Redaksi Jatiminfo.id yang merupakan korban dari curanmor, juga menilai ketidakhadiran Kapolres sebagai hal yang patut dicatat oleh WPK, dan bahkan ini merupakan penyambutan yang kurang baik bagi kehadiran rekan-rekan media.

“Tidak hadirnya Kapolres Bangkalan dalam audensi yang digelar oleh WPK, tentu adalah bentuk kekecewaan bagi kami. Dan hari ini adalah catatan sejarah bagi Wartawan Peduli Keadilan,“ tegasnya.

Sementara itu, Robin dari jurnalhukumindonesia.com menjelaskan, kedatangan WPK semata-mata untuk mengetahui progres sejumlah perkara yang dinilai mandek di Polres Bangkalan.

“Sebenarnya kehadiran kami ini hanya ingin menanyakan dan mengetahui secara umum progres beberapa perkara yang selama ini kami anggap mangkrak di Polres Bangkalan,“ ujarnya.

Menurutnya, penyampaian informasi tersebut penting agar publik mendapatkan kepastian mengenai penanganan kasus serta memastikan proses hukum berjalan akuntabel dan transparan.

“Informasi itu penting agar publik tahu sejauh mana penanganannya, sehingga proses hukum bisa benar-benar akuntabel dan transparan,“ terangnya.

Kendati pertemuan tertunda, WPK menegaskan akan menjadwalkan ulang audiensi tersebut dan berharap Kapolres dapat hadir secara langsung untuk mendengar aspirasi serta masukan dari para insan pers yang tergabung WPK. (Arif).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ayo ngopas ya!!!!