Wakil Ketua DPRD Bangkalan Beri Tanggapan atas Dugaan Penganiayaan Terhadap Seorang Tiktokers
Bangkalan | Kabarmetronews.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan, H. Fathurrahman alias H. Kur memberikan tanggapan atas kronologi kejadian dugaan penganiayaan di kantor dewan, sehingga dirinya dilaporkan ke polres setempat.
“Kalau saya lihat dari laporannya, saya baca penganiayaan dicekik dan dijambak atau itu juga ada semacam memar gitu, itu mengada-ada. Saya tidak melakukan kekerasan dan disini juga ada saksi loh, ada pak Rokib juga, ada tiga anggota DPR dan juga ada beberapa staf saya tidak melakukan itu,“ ungkap H. Kur, Rabu (01/10/2025).
Ia menjelaskan kronologi sebenarnya dirinya hanya mengambil topinya, menurutnya si korban (Makrub) sudah sering beri nasehat agar tidak menyebar berita hoax terus karena akan memicu adu domba.
“Sudah saya nasehati baik-baik bukan hanya satu atau dua kali jawabannya apa, selain orang tua saya orang lain jangan kasih tahu saya menenteng-menenteng terus. saya hanya reflek saja karena memang anak itu sering mengupload hal-hal yang memang berkaitan dengan sejak Pilkada sama politik itu selalu menyebar hoax-hoax terus,“ terangnya.
“Akhirnya, saya reflek oh ini anak yang memang tidak bisa dikasih tahu baik-baik gitu dan saya kalau memang ada goresan luka atau luka memar itu mungkin digores sendiri atau dibikin sendiri,“ imbuh Wakil Ketua DPRD Bangkalan.
H. Kur juga menuturkan apabila ada pemeriksaan terhadap dirinya harus secepatnya biar berita itu bisa dia tepis.
Ia meminta agar CCTV yang merekam kejadian dari awal sampai akhir jangan sampai hilang sebagai bukti ketika dirinya diperiksa oleh polisi.
“Sebenarnya di akun tik tok nya, dia selalu memberitakan hal-hal yang tidak baik, seperti dewan pekerjaan-pekerjaan orang yang belum selesai sudah di upload itukan belum serah terima , kalau sudah serah terima baru cari kesalahannya kalau memang mau dicari kesalahannya baru dikerjakan satu hari sudah diupload kemana-mana. Saya tidak memihak memang, saya hanya spontan,“ pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Bangkalan diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang Tiktokers bernama Makrub bersama sejumlah masyarakat hendak menyampaikan aspirasi di ruang dewan pada hari Selasa (30/09/2025).
Makrub juga mengaku bahwa dirinya dapat ancaman dari Wakil Ketua DPRD itu bukan hanya sekali saja dan ancaman tersebut melalui pesan aplikasi WhatsApp.
Tak terima dengan perlakuan tersebut, Ma’rub resmi melaporkan oknum Wakil ketua DPRD Bangkalan ke Polres Bangkalan. Laporan diterima dengan nomor Polisi LP/B/202/IX/2025/SPKT/POLRES BANGKALAN/POLDA JAWA TIMUR. (Arif).
