Januari 21, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Seorang Tiktokers Diduga Jadi Korban Penganiayaan oleh Wakil Ketua DPRD Bangkalan 

Bangkalan | Kabarmetronews.com – Makruf Seorang Tiktokers dengan akun Aruf Kenzo diduga menjadi korban penganiayaan dan pengancaman oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan, Rabu (01/10/2025).

Insiden terjadi saat Makruf bersama sejumlah masyarakat hendak menyampaikan aspirasi di ruang dewan pada hari Selasa (30/09/2025).

“Leher saya dicekik dan rambut saya dijambak langsung oleh beliau, (Wakil Ketua DPRD Bangkalan,red.). Itu terjadi di dalam gedung DPRD. Sangat miris, karena gedung tersebut adalah rumah rakyat, bukan tempat untuk menunjukkan arogansi,” ungkapnya.

Makruf juga mengaku bahwa dirinya dapat ancaman dari Wakil Ketua DPRD itu bukan hanya sekali saja dan ancaman tersebut melalui pesan aplikasi WhatsApp.

“Saya tidak hanya sekarang mendapatkan ancaman dari orang tersebut (jih kur), Melainkan pada tanggal 4 April 2025 saya juga dikirim pesan WhatsApp, bagi saya itu adalah kalimat ancaman kepada saya, sekarang malah ngancam lagi,” jelasnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, Makruf tidak pernah melupakan ancaman-ancaman yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD itu.

“Masih ada bukti-bukti pesan WhatsApp nya. Kali ini saya mengambil langkah proses hukum karena sudah berkaitan dengan keselamatan saya dan nyawa saya,” pungkasnya.

Tak terima dengan perlakuan tersebut, Ma’ruf resmi melaporkan oknum Wakil ketua DPRD Bangkalan ke Polres Bangkalan. Laporan diterima dengan nomor Polisi LP/B/202/IX/2025/SPKT/POLRES BANGKALAN/POLDA JAWA TIMUR.

Kass ini pun langsung menjadi sorotan publik, mengingat korban dikenal aktif mengawal berbagai kebijakan pemerintah daerah melalui konten-konten TikToknya. Banyak pihak menilai tindakan tersebut mencederai marwah lembaga legislatif yang seharusnya menjadi wakil rakyat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami laporan tersebut, sementara dari pihak Wakil Ketua DPRD Bangkalan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penganiayaan yang dilaporkan. (Arif).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ayo ngopas ya!!!!