Lapak PKL Suramadu Dikeluhkan Warga, Instansi Terkait dan Lurah Tambak Wedi Terindikasi Ada Pembiaran
Surabaya | Kabarmetronews.com – Menjamurnya lapak-lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di bawah jembatan Suramadu wilayah kecamatan Kenjeran Surabaya baik di sisi kanan maupun kiri menjadi sorotan publik, Minggu (09/02/2025).
Pasalnya, keberadaan lapak-lapak PKL tersebut menjadi perseden buruk karena diduga selain pramusaji cewek seksi juga terindikasi jual minuman beralkohol (minol).
Apalagi dihari Sabtu dan Minggu tempat tersebut sangat ramai jadi tongkrongan muda-mudi. Selain itu, juga lalulintas menjadi macet dikarenakan kendaraan roda dua maupun roda empat milik pelanggan terparkir berjajar sehingga mengganggu pengguna jalan lain.
Namun sangat disayangkan, Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Muhammad Fikser sebagai penegak pelaksana Peraturan Daerah (Perda) saat dikonfirmasi tidak memberikan tanggapan perihal lapak-lapak PKL di jembatan Suramadu.
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) melalui Kepala UPT parkir wilayah timur Jeane Mariane Taroreh, S.E lewat WhatsApp menuturkan bahwa urusan PKL mengarahkan untuk berkoordinasi dengan pihak Satpol PP wilayah terkait.
“Maaf bapak Monggo ke kecamatan saja nggeh,,!!! untuk Soal urusan PKL baik nya klarifikasi ke Satpol PP wilayah kelurahan/kecamatan jelas Jeane tanpa menjelaskan lebih detail jawaban yang di pertanyakan oleh awak media mengenai terganggu nya Lalulintas jalan akibat semrawut nya para pelanggan dalam memarkir kendaraan roda dua maupun roda empat tanpa pengawasan adanya Jukir atau Jukir di sepanjang jalan tersebut, Jum’at (07/02/2025).
“Mirie mas melihat pemandangan di sana, niat mau jalan-jalan bersama keluarga risih dengan tontonan minor seronok rata-rata pelayan ceweknya di tiap lapak warung,” ujar salah satu warga sekitar tambak Wedi yang namanya tidak mau dipublikasikan.
Hal senada juga diungkapkan oleh warga sekitar Rahma berharap Pemerintah Kota Surabaya dan instansi terkait segera menertibkan.
“Apalagi mau menjelang bulan Ramadhan tidak baik untuk masyarakat umum, imbasnya kami sebagai warga Tambak Wedi dan sekitarnya terkena dampak buruk. Kami berharap instansi terkait baik kelurahan kecamatan serta satpol PP Surabaya sebagai penegak perda maupun dinas perhubungan bisa bertindak tegas tidak pandang bulu,,” ujarnya pada media ini.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kelurahan Tambak Wedi Mat Lillah justru diduga seakan memberikan peluang beralasan masih melihat sisi sosial kemanusiaan.
“Kita sudah memberikan teguran terhadap pengelola PKL dalam setiap kesempatan agar lapak lapak di bongkar setelah tutup, tapi kenyataannya mereka ndablek (bandel). Kami masih melihat sisi kemanusiaan, mereka juga cari makan untuk keluarga. Maka dari itu kita ajukan pembangunan SWK sentral wilayah kuliner,” katanya.
“Agar segera mengakomodir semua keberadaan pemilik lapak PKL yang berada disepanjang sisi kanan Suramadu,” pungkasnya.
Penulis : Arif
Editor : Redaksi
