April 13, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

DPM-KM STKIP PGRI Bangkalan Dilantik, Ketidakhadiran Ketua Kampus Picu Kritik dan Kekecewaan Mahasiswa

Bangkalan | Kabarmetronews.com — Pelantikan Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM-KM) STKIP PGRI Bangkalan pada Senin (13/4/2026) di Graha STKIP PGRI Bangkalan yang semestinya menjadi momentum penguatan demokrasi kampus, justru diwarnai sorotan tajam terhadap komitmen pimpinan kampus.

Acara yang dihadiri jajaran organisasi mahasiswa (Ormawa) dan civitas akademika tersebut berlangsung tanpa kehadiran Ketua STKIP PGRI Bangkalan.

Ketidakhadiran ini kembali memantik kekecewaan mahasiswa, yang menilai pimpinan kampus tidak menunjukkan keseriusan dalam mendukung kegiatan kemahasiswaan.

Ketua DPM-KM terpilih, Aziz Suhendra, dalam sambutannya tetap menekankan pentingnya peran strategis lembaga legislatif mahasiswa.

Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada mahasiswa, bukan sekadar formalitas organisasi.

“DPM-KM harus menjadi representasi suara mahasiswa yang berani, kritis, dan konsisten mengawal kebijakan. Jangan sampai lembaga ini kehilangan arah dan hanya menjadi pelengkap struktur,” tegas Aziz.

Namun, suasana pelantikan tidak sepenuhnya diwarnai optimisme.

Presiden Mahasiswa STKIP PGRI Bangkalan, Abdur Rohman, secara terbuka melontarkan kritik terhadap sikap pimpinan kampus, khususnya terkait minimnya kehadiran Ketua STKIP dalam agenda Ormawa.

“Ini bukan pertama kali. Dalam setiap kegiatan Ormawa, Ketua STKIP tidak pernah hadir. Pertanyaannya, di mana komitmen beliau terhadap mahasiswa? Mengapa selalu Wakil Ketua III yang hadir? Apakah kegiatan mahasiswa tidak dianggap penting?” ujar Aab dengan nada kecewa.

Ia menegaskan bahwa kehadiran pimpinan kampus bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk penghargaan terhadap dinamika dan perjuangan organisasi mahasiswa.

Wakil Ketua III STKIP PGRI Bangkalan, Khoirul Anwar, M.Pd, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Ketua STKIP dalam agenda pelantikan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pimpinan kampus berhalangan hadir karena agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.

Dalam keterangannya, Khoirul juga menyampaikan harapan agar kepengurusan DPM-KM yang baru mampu menjalankan amanah dengan baik serta membangun kolaborasi yang kuat di berbagai lini organisasi kemahasiswaan.

“Kami berharap DPM-KM dapat mengemban amanah ini secara optimal dan menjalin sinergi yang konstruktif di berbagai sektor. Dukungan terhadap kegiatan mahasiswa tetap menjadi bagian dari komitmen institusi,” ujarnya.

Meski demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredakan kekecewaan mahasiswa. Pelantikan DPM-KM kali ini tidak hanya menjadi awal kepengurusan baru, tetapi juga mencerminkan adanya jarak yang dirasakan antara mahasiswa dan pimpinan kampus.

Momentum ini pun menjadi catatan penting bahwa penguatan organisasi mahasiswa tidak cukup hanya melalui seremoni, tetapi juga membutuhkan kehadiran nyata dan komitmen langsung dari pimpinan kampus dalam setiap dinamika kemahasiswaan. (Arif).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *