Maret 10, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Pejalan dan FKPB Gelar Diskusi Pendidikan Bahas Infrastruktur Sekolah hingga Peran K3S Paska Dibubarkannya Korwil

Bangkalan | Kabarmetronews.com – Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (Pejalan) bersama Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) dan Peta Berdaya. menggelar diskusi pendidikan bersama para tenaga pendidik dan Kepala Bidang Pembinaan SD di Resto & Cafe Bun Bere’, Desa Kramat, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan diskusi tersebut dengan tema “Infrastruktur Gedung Sekolah Layak dan Meneropong Fungsi K3S dalam Dunia Pendidikan”.

Tujuan dari diskusi ini, membicarakan persoalan yang masih menjadi perhatian dunia pendidikan di Kabupaten Bangkalan, mulai dari kondisi infrastruktur sekolah hingga pola koordinasi antar lembaga pendidikan.

Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Ali Yusri Purwanto) menuturkan bahwa dinamika perubahan sistem koordinasi pendidikan di tingkat kecamatan, khususnya terkait pembubaran Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan.

Menurut Yusri, gagasan pembubaran korwil sebenarnya telah muncul sejak beberapa tahun lalu. Saat itu, pemerintah daerah sempat mempertimbangkan untuk meniadakan struktur tersebut, namun Dinas Pendidikan masih merasa peran korwil tetap dibutuhkan.

“Waktu itu memang sudah mulai muncul keinginan untuk membubarkan korwil, tetapi kami di Dinas Pendidikan menilai masih ada kebutuhan terhadap peran tersebut,” ujarnya di hadapan peserta diskusi.

Namun seiring perubahan regulasi, keberadaan korwil di Kabupaten Bangkalan akhirnya resmi dibubarkan. Kebijakan tersebut merujuk pada Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2016 yang mencabut aturan sebelumnya terkait jabatan tersebut.

Kemudian Kabid SD menjelaskan, secara aturan dari Kementerian Pendidikan, pembentukan korwil memang tidak bersifat wajib, terutama setelah Unit Pelaksana Teknis (UPT) dihapus dan digantikan oleh pejabat struktural eselon IV A.

“Dengan dihapusnya UPT, pemerintah kabupaten atau kota sebenarnya tidak wajib menunjuk korwil. Bahkan banyak daerah yang langsung berkoordinasi dengan K3S,” jelasnya.
K3S atau Kelompok Kerja Kepala Sekolah merupakan wadah organisasi para kepala sekolah di tingkat kecamatan.” jelas Yusri.

“Organisasi ini berfungsi sebagai ruang komunikasi, koordinasi, sekaligus representasi para kepala sekolah dalam berbagai program pendidikan,” tambahnya.

Dalam praktiknya, lanjut Yusri, kini menjadi mitra strategis Dinas Pendidikan dalam menjembatani berbagai program maupun kebijakan pendidikan di tingkat kecamatan.

“Ke depan koordinasi kami akan dilakukan melalui pengurus K3S. Biasanya kami berkomunikasi dengan ketuanya, jika berhalangan bisa melalui wakil ketua, sekretaris, atau bendahara,” tuturnya.

Dengan tegas Yusri mengatakan, bahwa para pejabat yang sebelumnya menjabat sebagai korwil kini telah kembali menjalankan tugas pokok sesuai jabatan asalnya.

Sebagian besar berasal dari unsur penilik pendidikan luar sekolah, pengawas sekolah, serta staf bina pendidikan.

Selain membahas pola koordinasi pendidikan, diskusi tersebut juga menyoroti kondisi infrastruktur sekolah di Kabupaten Bangkalan yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah.

Ia mengakui bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait kelayakan gedung sekolah. Namun ia memastikan upaya perbaikan terus dilakukan secara bertahap setiap tahun.

“Infrastruktur sekolah memang masih menjadi PR kami di bidang pendidikan. Tapi upaya perbaikan tidak pernah berhenti, dan alhamdulillah dari tahun ke tahun terus ada peningkatan,” pungkasnya.

Diskusi tersebut menjadi ruang refleksi bersama bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kolaborasi berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, masyarakat, hingga para pegiat pendidikan di daerah. (Arif).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *