Maret 2, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Delapan Olahraga yang Dilarang untuk Penyakit Jantung

Foto orang penderita sakit jantung (istimewa).

Bangkalan | Kabarmetronews.com – Olahraga yang dilarang untuk penyakit jantung penting untuk dipahami oleh setiap orang yang memiliki gangguan jantung, termasuk keluarganya, Senin (2/3/2026).

Tujuannya bukan untuk melarang bergerak sama sekali, tetapi supaya aktivitas fisik yang dilakukan tetap aman dan tidak memperberat kerja jantung.

Olahraga rutin memang bermanfaat untuk kesehatan. Namun, pada penderita penyakit jantung, pemilihan jenis dan intensitas olahraga harus lebih hati-hati.

Aktivitas yang terlalu berat atau tidak sesuai justru dapat memicu keluhan serius, seperti nyeri dada atau gangguan irama jantung.

Dengan mengetahui olahraga yang dilarang untuk penyakit jantung, Anda tetap bisa aktif sekaligus menjaga kondisi jantung tetap stabil.

Berikut ini adalah beberapa olahraga yang dilarang untuk penyakit jantung karena dapat meningkatkan beban kerja jantung secara berlebihan, menurut ALDOKTER:

1. Lari maraton atau lari cepat

Lari maraton dan lari cepat membutuhkan daya tahan tinggi dan membuat jantung berdetak cepat dalam waktu lama.

Aktivitas ini termasuk olahraga yang dilarang untuk penyakit jantung karena memaksa jantung bekerja terus-menerus tanpa jeda cukup.

Jika kemampuan jantung terbatas, kebutuhan oksigen bisa tidak terpenuhi. Kondisi ini dapat memicu nyeri dada, kelelahan berat, bahkan serangan jantung.

Selain itu, perubahan detak jantung saat lari cepat dapat membuat jantung “kaget”. Pada penderita aritmia, kondisi ini bisa memicu jantung berdebar tidak teratur.

2. HIIT (High-Intensity Interval Training)

Olahraga yang dilarang untuk penyakit jantung. Olahraga ini melibatkan gerakan cepat dengan intensitas sangat tinggi dalam waktu singkat. Pola naik-turun intensitas yang ekstrem membuat detak jantung melonjak drastis.

Pada penderita penyakit jantung, perubahan mendadak ini dapat memicu gangguan irama jantung. Risiko pusing atau sesak napas juga lebih besar.

3. Angkat beban berat

Angkat beban berat memberi tekanan besar pada jantung, terutama saat menahan napas ketika mengangkat beban. Tekanan darah bisa meningkat tajam dalam hitungan detik.

Jika dilakukan tanpa pengawasan, aktivitas ini dapat memperberat kerja jantung. Pada kondisi tertentu, bisa muncul nyeri dada atau gangguan sirkulasi.

4. Crossfit

Olahraga yang dilarang untuk penyakit jantung lainnya adalah crossfit. Olahraga ini menggabungkan latihan kekuatan dan kardio dengan tempo cepat. Gerakan intens dan berulang membuat jantung bekerja sangat keras dalam waktu singkat.

Bagi penderita penyakit jantung, pola latihan seperti ini berisiko menimbulkan kelelahan berlebihan. Selain itu, lonjakan detak jantung dapat memicu gangguan irama.

5. Sepak bola

Sepak bola melibatkan lari cepat, perubahan arah mendadak, dan kontak fisik. Olahraga yang dilarang untuk penyakit jantung ini bisa membuat jantung bekerja keras sepanjang permainan.

Jika dilakukan secara kompetitif, tekanan fisik dan emosional meningkat. Hal tersebut dapat memperberat kondisi penyakit jantung yang sudah ada.

6. Basket

Sama seperti sepak bola, basket juga membutuhkan intensitas gerakan yang tinggi, seperti melompat dan berlari. Lonjakan aktivitas tersebut dapat meningkatkan detak jantung secara drastis. Pada penderita penyakit jantung, kondisi ini berisiko menimbulkan sesak atau nyeri dada.

7. Berenang di air dingin

Berenang di air yang sangat dingin termasuk olahraga yang dilarang untuk penyakit jantung. Olahraga ini dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit secara mendadak. Reaksi ini membuat tekanan darah berubah cepat.

Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk menjaga aliran darah tetap stabil. Risiko gangguan jantung bisa meningkat, terutama pada kondisi yang belum terkontrol.

8. Olahraga bela diri

Olahraga bela diri, seperti taekwondo, judo, dan tinju, termasuk olahraga yang dilarang untuk penyakit jantung. Sebab, olahraga ini melibatkan gerakan dengan intensitas tinggi dan kontak fisik langsung. Selain fisik, tekanan emosional saat bertanding juga cukup besar.

Lonjakan adrenalin dapat membuat detak jantung meningkat tajam. Pada penderita penyakit jantung, hal ini bisa memicu gangguan irama atau keluhan dada.

Itulah beberapa olahraga yang dilarang untuk penyakit jantung. Olahraga ini umumnya membuat jantung membutuhkan lebih banyak oksigen dan bekerja lebih keras. (Arif).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *