Apa Boleh Puasa Ramadhan tapi Belum Mandi Wajib? Ini Penjelasannya
Bangkalan | Kabarmetronews.com – Kondisi masih junub saat memasuki waktu Subuh kerap menimbulkan pertanyaan, terutama bagi pasangan suami istri yang berhubungan pada malam hari lalu tertidur hingga pagi dan belum sempat mandi wajib.
Banyak yang kemudian ragu, apakah puasa Ramadhan tetap sah jika belum melakukan mandi junub.
Dalam ajaran Islam, persoalan ini telah dijelaskan melalui hadis shahih. Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah memasuki waktu pagi dalam keadaan junub setelah berhubungan suami istri, kemudian beliau mandi dan tetap melanjutkan puasanya.
Hadis tersebut menunjukkan bahwa kondisi junub yang terjadi sebelum Subuh tidak membatalkan puasa. Rasulullah SAW bahkan tidak mengganti (mengqadha) puasa tersebut, yang menjadi dalil bahwa puasanya tetap sah dan tidak berkurang pahalanya.
Hukum Puasa dalam Keadaan Junub Saat Subuh
Para ulama menjelaskan bahwa seseorang diperbolehkan menunda mandi junub hingga setelah terbit fajar.
Artinya, jika seseorang belum sempat mandi wajib saat masuk waktu Subuh, puasanya tetap sah selama ia telah berniat puasa sejak malam hari.
Namun, hal ini bukan berarti mandi junub boleh ditunda tanpa alasan. Menyegerakan mandi tetap dianjurkan agar dapat melaksanakan salat Subuh dalam keadaan suci, karena kesucian dari hadas besar merupakan syarat sah salat.
Dengan kata lain:
1. Puasa tetap sah meski belum mandi wajib saat Subuh.
2. Mandi junub harus segera dilakukan untuk menunaikan salat.
Kondisi yang Mewajibkan Mandi Junub
Selain setelah hubungan suami istri, terdapat beberapa keadaan lain yang mewajibkan mandi junub, di antaranya:
1. Keluar mani, baik dalam keadaan sadar maupun saat tidur (mimpi basah).
2. Selesai masa haid bagi perempuan.
3.Berakhirnya masa nifas setelah melahirkan.
Dalam kondisi tersebut, mandi wajib dilakukan setelah penyebab hadas besar benar-benar selesai. Setelah mandi junub, barulah seseorang dapat kembali menjalankan ibadah seperti salat dan puasa.
Hikmah Memahami Perbedaan Bersuci dan Keabsahan Puasa
Penjelasan ini penting agar umat Islam memahami bahwa kewajiban bersuci dan sahnya puasa adalah dua hal yang berbeda.
Puasa berkaitan dengan menahan diri sejak terbit fajar, sedangkan mandi junub berkaitan dengan kesiapan menjalankan ibadah salat dalam keadaan suci.
Puasa Ramadhan tetap sah meskipun seseorang belum mandi wajib saat memasuki waktu Subuh, selama junub terjadi sebelum fajar.
Meski demikian, mandi junub sebaiknya segera dilakukan agar dapat melaksanakan salat tepat waktu dan menjaga kesempurnaan ibadah di bulan suci Ramadhan.
Semoga penjelasan ini membantu menghilangkan keraguan dan membuat ibadah puasa dijalankan dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan. (Arif).