Februari 16, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadhan 2026

Foto ilustrasi (istimewa).

 

Bangkalan | Kabarmetronews.com – Menjelang Ramadhan, tak sedikit umat muslim yang melaksanakan mandi wajib sebagai bentuk persiapan lahir dan batin sebelum menjalani ibadah puasa.

Bagi siapa pun yang mengalami kondisi junub, haid, atau nifas menjelang fajar Ramadhan, bersuci sebelum waktu subuh tiba adalah langkah yang harus segera dilakukan.

Secara syariat, mandi wajib harus dilakukan saat seseorang berada dalam keadaan hadas besar. Kondisi yang mengharuskan mandi wajib antara lain setelah hubungan suami istri, keluarnya air mani, selesainya masa haid, maupun setelah nifas.

Apabila seseorang mengalami salah satu kondisi tersebut pada malam hari sebelum fajar Ramadhan, maka bersuci sebelum subuh tiba hukumnya sangat dianjurkan.

Hal ini diperkuat oleh sejumlah riwayat hadits yang otentik. Dari Aisyah dan Ummu Salamah RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah memasuki waktu fajar dalam keadaan junub, lalu beliau mandi dan tetap menyempurnakan puasanya.

Riwayat lain dari Ibnu Majah juga menegaskan bahwa Nabi SAW mandi besar karena bersetubuh, bukan karena mimpi basah, namun tetap melanjutkan puasanya hingga sempurna.

Pada hakikatnya, mandi wajib sebelum puasa hanya untuk membersihkan diri dari hadas besar agar seseorang layak menjalankan ibadah seperti shalat, tawaf, dan tentunya puasa itu sendiri.

Adapun mandi sunnah menjelang Ramadhan lebih bersifat keutamaan, sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan yang mulia.

Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadhan

Pertama, niat mandi sunnah menyambut Ramadhan (untuk mereka yang tidak dalam keadaan berhadas besar namun ingin bersuci):

نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى

Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

Kedua, niat mandi wajib karena hadas besar (janabah):

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta’ala.”

Niat dibaca sesaat sebelum air pertama kali diguyurkan ke tubuh. Pastikan niat benar-benar hadir di dalam hati, bukan sekadar dilafalkan secara lisan saja.

Tata Cara Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadhan

Mandi wajib bukan sekadar mandi biasa. Ada urutan dan cara yang perlu diperhatikan agar mandi wajib sah secara syariat. Berikut langkah-langkahnya:

1. Ucapkan niat mandi wajib sebelum memasuki kamar mandi.

2. Basuh tangan kanan dan kiri masing-masing sebanyak tiga kali.

3. Bersihkan area kemaluan, dubur, dan bagian tubuh lain yang dianggap kotor seperti sela jari kaki, ketiak, serta pusar menggunakan tangan kiri.

4. Cuci kembali kedua tangan secara menyeluruh hingga benar-benar bersih, bisa menggunakan sabun.

5. Lakukan wudhu sebagaimana wudhu yang dilakukan sebelum shalat.

6. Basahi rambut dari pangkal hingga ke ujungnya, pastikan air merata ke seluruh helai rambut.

7. Guyur kepala sebanyak tiga kali hingga seluruh permukaan kulit kepala terkena air.

8. Siram tubuh mulai dari sisi kanan sebanyak tiga kali, lalu lanjutkan ke sisi kiri juga sebanyak tiga kali.

9. Perhatikan bagian lipatan kulit seperti sela ketiak, lutut, dan lipatan perut agar ikut terbasuh dengan sempurna.

10. Lanjutkan mandi seperti biasa hingga seluruh tubuh benar-benar bersih.

11. Sebelum keluar dari kamar mandi, ulangi wudhu sekali lagi sebagaimana hendak melaksanakan shalat.

Doa Setelah Mandi Wajib

Setelah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi, rangkaian bersuci akan lebih sempurna bila ditutup dengan membaca doa berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang senantiasa menyucikan diri.”

Doa ini tidak wajib, namun sangat dianjurkan sebagai penutup ibadah bersuci. Kandungan maknanya pun luar biasa, yakni permohonan agar Allah menjadikan kita sebagai hamba yang selalu kembali kepada-Nya dan senantiasa menjaga kesucian diri.

Menyambut Ramadhan 2026 dengan kondisi lahir dan batin yang bersih adalah ikhtiar terbaik sebelum memasuki bulan yang penuh berkah ini. Semoga ibadah puasa kita diterima Allah Ta’ala. (Arif).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *