Mathur Husyairi Deklarasikan Jaringan Kawal MBG guna Pastikan Transparansi Program
Bangkalan | Kabarmetronews.com – Tokoh masyarakat Kabupaten Bangkalan, Mathur Husyairi, resmi mendeklarasikan pembentukan Jaringan Kawal Makan Bergizi (MBG) Kabupaten Bangkalan, pada Sabtu (14/02/2026).
Gerakan swadaya ini dibentuk sebagai upaya pengawasan publik terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto agar berjalan tepat sasaran dan bebas dari praktik penyelewengan.
Mathur menegaskan bahwa kehadiran jaringan ini bertujuan untuk mentransformasi peran masyarakat dari sekadar penerima manfaat menjadi pengawas aktif.
Menurutnya, keterlibatan warga sangat krusial untuk menjaga kualitas program yang dikelola melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Saya membutuhkan masyarakat kita ini menjadi bagian dari kontrol terkait program pemerintah yang sangat dibanggakan oleh Presiden. Gerakan ini diharapkan menjadi instrumen kontrol sosial bagi seluruh penyelenggara maupun pengelola SPPG, khususnya di Kabupaten Bangkalan,” ujar Mathur.
Dalam sosialisasinya, Mathur membedah skema pembiayaan per porsi makanan senilai Rp15.000 yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Ia merinci alokasi anggaran tersebut agar masyarakat dapat melakukan pengawasan secara detail:
Rp2.000: Dialokasikan untuk sewa dapur (infrastruktur).
Rp3.000: Dialokasikan untuk biaya operasional.
Rp10.000: Dialokasikan murni untuk bahan makanan yang komposisinya telah ditentukan oleh ahli gizi.
“Anggaran Rp10.000 untuk makanan ini sudah diatur sedemikian rupa agar kualitas dan kecukupan gizi tetap terjaga. Jangan sampai ada pihak yang mengurangi porsi demi keuntungan di luar nalar sehat,” tegasnya.
Jaringan Kawal MBG membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat Bangkalan untuk bergabung secara sukarela. Mathur mendorong warga untuk proaktif memantau distribusi di sekolah-sekolah atau lembaga penerima manfaat dan berani melaporkan jika ditemukan ketidaksesuaian di lapangan.
“Kami mengajak masyarakat untuk mengunggah temuan mereka dari dapur-dapur terdekat. Ini adalah upaya kita bersama untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan gizi yang layak sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah,” pungkas Mathur.
Dengan adanya Jaringan Kawal MBG ini, diharapkan program Makan Bergizi Gratis di Bangkalan dapat menjadi percontohan nasional dalam hal transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program pusat di tingkat daerah. (Arif).