PLN ULP Rayon Bangkalan Lakukan Survei Ulang Tiang Gardu yang Hampir Roboh di Tanah Merah
Bangkalan | Kabarmetronews.com – Menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya terkait kondisi tiang gardu yang nyaris roboh di Dusun Dekok Dajah, Desa Tanah Merah Dajah, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, pihak PLN ULP Rayon Bangkalan kembali melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi terkini sekaligus mencari solusi terbaik atas permasalahan tersebut.
Survei kedua ini dipimpin oleh Irfan, salah satu petugas dari tim survei ULP Rayon Bangkalan. Dalam keterangannya kepada warga, Irfan menjelaskan bahwa pihaknya hanya bertugas melakukan pengecekan dan survei lapangan, sedangkan keputusan teknis serta nominal anggaran perbaikan berada di tangan ULP Pamekasan.
“Kami sudah mengajukan hasil survei dan usulan pergeseran atau perbaikan tiang ini ke ULP Pamekasan. Semua estimasi biaya ditentukan oleh mereka. Kami dari Rayon Bangkalan hanya bertugas melakukan survei dan menyampaikan laporan lapangan,” ujar Irfan saat ditemui di lokasi.
Namun demikian, Irfan juga menambahkan bahwa kunjungan keduanya ini bertujuan untuk membuka ruang diskusi dengan pemilik lahan dan warga sekitar agar tercipta solusi yang saling menguntungkan.
“Kalau memang ada keberatan dari pihak warga atau pemilik lahan terkait biaya yang diajukan, kami siap menyampaikannya kembali ke Pamekasan, dengan catatan ada kesepakatan tertulis dari kedua belah pihak,” jelasnya.
Sarman, pemilik lahan tempat berdirinya tiang gardu tersebut, menyampaikan keberatannya atas nominal anggaran yang ditetapkan oleh pihak ULP Pamekasan. Ia menyebut angka yang diberikan sangat tidak masuk akal, yakni sebesar Rp24.715.641,00. Menurutnya, kondisi tiang gardu masih cukup layak, hanya saja beton penyangga di bagian bawah mengalami keretakan yang membuat tiang terlihat miring dan nyaris roboh.
“Tiangnya masih kokoh, yang bermasalah itu hanya di bagian bawah, beton penyangganya retak. Jadi menurut saya, biaya sebesar itu terlalu berlebihan,” ujar Sarman dengan nada kecewa.
Setelah melalui dialog antara tim survei dan pemilik lahan, akhirnya dicapai kesepakatan bersama. Sarman bersedia menyumbang dana sebesar Rp2 juta sebagai bentuk partisipasi, dengan harapan angka tersebut bisa menjadi pertimbangan pihak PLN dalam menentukan langkah selanjutnya. Kesepakatan ini pun dituangkan dalam pernyataan tertulis dan akan segera dikirimkan ke ULP Pamekasan.
Warga Dusun Dekok Dajah pun berharap persoalan ini bisa segera ditangani. Mereka khawatir, jika dibiarkan terlalu lama, tiang gardu tersebut dapat benar-benar roboh dan membahayakan keselamatan warga di sekitarnya.
“Kami berharap ada tindakan cepat dari pihak terkait. Jangan sampai menunggu sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap salah satu warga.
Situasi ini menyoroti pentingnya respons cepat dan komunikasi yang baik antara lembaga penyedia layanan publik dan masyarakat, terutama dalam hal infrastruktur yang berdampak langsung pada keselamatan umum. (Arif).
