Januari 22, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Pembagian Bansos Beras di Desa Durjan di Duga tidak Sesuai Prosedur,10 kg di Potong Menjadi 3 kg

Bangkalan | Kabarmetronews.com – Program Bantuan pangan beras Bulog 10kg salah satu bantuan sosial dari pemerintah sebagai upaya dalam mengurangi beban pengeluaran masyarakat dan Menjadi salah satu langkah konkrit dari upaya menjaga stabilitas harga bahan pangan kebutuhan pokok masyarakat.

Namun, tak jarang beberapa desa melanggar aturan dengan alibi kebijakan desa dalam membagikan bantuan beras yang seharusnya 10 kilo, namun dibagikan hanya 3 kilo per-KPM. Tentu itu tidak sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Hal itu terjadi di Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan Jawa Timur. Diketahui, dalam video yang beredar Bansos beras yang seharusnya dibagikan 10kg, namun oleh pemerintah Desa Durjan dibagikan sebesar 3kg kepada setiap keluarga penerima manfaat (KPM).

“Disini hanya diberikan 3kg per KPM, rata-rata di desa Durjan begitu pembagiannya,” terang warga dalam video tersebut, yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp, Selasa (17/12/2024).

Tak hanya itu, terlintas suara dalam video tersebut, warga mengaku praktik semacam itu sudah lama terjadi, bahkan puluhan tahun Pemdes Durjan diduga korupsi bantuan beras masyarakat.

“Saya yakin praktik ini tidak dibenarkan dalam aturan dan kebijakan manapun,” tegas warga dalam suaranya.

Selain itu warga merasa kecewa atas ketidaksesuaian dalam pembagian bansos beras di Desa Durjan,tentu itu menjadi problem yang berkelanjutan.

“Tolong pemerintah Desa Durjan lebih hati-hati dalam membagikan bansos beras. Sebab, itu sudah menjadi hak warga yang seharusnya dibagikan sesuai aturan dan prosedur yang ada.”Pungkasnya.

Kepala Desa Durjan Mahrus Ali saat dikonfirmasi menjelaskan dirinya tidak mengetahui adanya hal itu dan akan mengkroscek kebawah adanya aduan tersebut.

“Saya tidak tahu kalau itu dik,itu siapa orangnya yang mengadu ke sampean dan Dusun mana, nanti akan saya kroscek kebawa,”Ujarnya.

Ketika di konfirmasi lebih lanjut, Mahrus Ali malah mengajak untuk ke rumahnya dengan membawa pengadu.

“Kcmpok lek tore panggil areng pereng sealapor kaiyeh. (Ayo kerumah dik,bareng yang melapor itu)”Ucap Mahrus dalam pesan WhatsApp pribadinya

Dirinya merasa tidak nyaman kalau di Desa Durjan selalu ribut karena segelintir orang yang tidak senang.

“Enggi tore kantoh lek gule pas tak nyaman mun edurjen rbut bik karo sglintir oreng stak snneng. (Iya ayo kesini saya pas tidak enak kalau di Durjan selalu ribut karena segelintir orang yang tidak senang)”Imbuhnya.

Tidak hanya itu ia bahkan menuduh seorang warganya penyebab dari keributan,”Nika kutak karo sudiri pangcangge stak lem ambu smrebute durjen lek,”(ini kan Sudiri yang tidak berhenti buat keributan di Desa Durjan dik)”Pungkasnya.

Penulis : Aris

Editor   : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ayo ngopas ya!!!!