Komisi A DPRD Bangkalan, Walk Out Saat Audiensi Dengan HMI Cabang Bangkalan
Bangkalan | Kabarmetronews.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan lakukan audiensi lanjutan terhadap DPRD Bangkalan bersama Dinas KBP3A atas maraknya kasus kekerasan seksual di Kabupaten Bangkalan, Selasa (10/12/2024).
Dalam audiensi tersebut yang bertempatan di Kantor DPRD Bangkalan di hadiri oleh 15 kader HMI dan 3 dari DInas KBP3A serta 4 anggota DPRD Bangkalan dari Komisi A.
Formateur Ketua Umum HMI Cabang Bangkalan, Kresna Bayu langsung melayangkan beberapa pertanyaan kepada DPRD Bangkalan dan Kepala Dinas KBP3A terkait maraknya kasus kekerasan seksual di Kabupaten Bangkalan.
“Maraknya kekerasan seksual di Bangkalan ini seolah-olah no viral no justice, jadi kami menyarankan kepada Dinas KBP3A untuk melibatkan elemen organiasasi mahasiswa dalam melakukan sosialisasi tentang perlindungan perempuan, khususnya melibatkan KOHATI,” tutur Kresna.
Kepala Dinas KBP3A mengungkapkan bahwa dari pihaknya tidak ada anggaran yang mencukupi untuk itu.
“Kalau alasannya yang dipermasalahkan hanya anggaran yang tidak mencukupi, itu sudah menjadi alasan lama, lagi pula ini menyangkut kemanusiaan pak,” sambung Kresna.
Audiensi tersebut mulanya berlangsung dengan nyaman. Namun, agar tidak terlalu melebar pembahasannya, ketika HMI Cabang Bangkalan bertanya tentang solusi terkait maraknya kasus kekerasan seksual tersebut, ketua komisi A DPRD Bangkalan, Fadhur Rosi justru keluar dari ruangan ditengah-tengah waktu audiensi dikarenakan merasa tidak berwenang untuk membahas ini.
“Sebenarnya ini kewenangannya komisi D, bukan kami komisi A,” ujar Rosi.
Untuk itu, audiensi yang dilakukan oleh HMI Cabang Bangkalan tidak berlangsung lama dan segera berakhir dengan demikian.
“Lagi pula, surat yang kami layangkan oleh HMI Cabang Bangkalan adalah untuk Komisi D, tetapi yang menemui justru Komisi A,” ujarnya.
Disambung oleh salah satu kader HMI yang turut ikut dalam audiensi, Agil mengatakan, pihaknya akan datang kembali untuk demo dengan massa yang lebih banyak.
“Kami akan datang kembali kesini, dan kami tunggu di depan gerbang gedung DPRD Bangkalan dengan massa aksi yang lebih banyak,” kata Agil menegaskan. (@red).