Viral Video di Medsos Tik Tok Kasat Reskrim Polres Sampang dan Kasi Pemerintahan Kecamatan Omben Diduga Terlibat Politik Praktis

Sampang | Kabarmetronews.com – Kasus dugaan pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) mencuat di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur diduga menghadiri kegiatan sosialisasi salah satu pasangan calon atau Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sampang untuk Pemilihan Kepala Daerah 2024.
Dugaan netralitas ASN tersebut muncul setelah beredarnya postingan video di tik tok dengan akun Media Daring News Indonesia dengan judul “Boleh Gak APH Terlibat Politik Praktis”.
Dalam unggahan video itu memperlihatkan selain ASN bagian Kasi Pemerintahan di Kecamatan Omben Agus Nurul Efendi hadir juga Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo, Sabtu (21/09/2024) pagi.
Nampak keduanya sedang kumpul-kumpul dan makan bersama dengan beberapa pendukung Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sampang di rumah salah satu tim sukses yang mengatasnamakan Mandat.
Padahal, sudah jelas larangan ASN untuk memihak salah satu pasangan calon di Pilkada 2024 itu berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Menteri Dalam Negeri, Kepala Badan Kepegawaian Negara dan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum.
Hal tersebut sesuai dengan nomor 2 tahun 2022, nomor 800-5474 tahun 2022, nomor 246 tahun 2022, nomor 30 tahun 2022 dan nomor 1447.1/PM.01/K.01/09/2022 tentang pedoman pembinaan dan pengawasan netralitas pegawai aparatur sipil negara dalam penyelenggaraan pemilihan umum dan pemilihan.
Selain itu, Netralitas anggota Polri juga sudah diatur dalam undang-undang Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, menyebut Polri harus bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis.
Demi mencari kebenaran dan mengklarifikasi dugaan politik praktis yang diduga dilakukan oleh Kasi Pemerintahan Kecamatan Omben dan Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo. Awak media ini melakukan konfirmasi kepada bersangkutan.
Namun, keduanya enggan menjawab atau mengklarifikasi dengan kejadian/dinamika video yang sempat viral di media sosial tik tok perihal dugaan adanya politik praktis hingga berita ini tayang.
Penulis : Arif
Editor : Redaksi
