Januari 20, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Hanik Dwi Martya Berpesan Agar Kepala Desa Jangan Takut Gunakan DD yang Penting Sesuai Regulasi dan Transparan 

Foto: Kepala Desa Tunjungtirto Hanik Dwi Martya Purwaningsih, S.Farm., M.A.P

 

Malang | Kabarmetronews.com – 114 kepala desa dari 8 Kecamatan se-Kabupaten Bangkalan melakukan kunjungan study tiru di Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Kunjungan study tiru itu disambut baik dan hangat oleh Kepala Desa dan Perangkat Tunjungtirto, Rabu (20/12/2023) siang.

 

Study Tiru ini membahas dan sharing ilmu oleh kedua belah Pihak perihal inovasi-inovasi yang ada di desa setempat tersebut baik dari pengelolaan keuangan, bisnis dan lainnya.

 

Kepala Desa Tunjungtirto Hanik Dwi Martya Purwaningsih, S.Farm., M.A.P mengungkapkan bahwa membangun destinasi dan inovasi di desa kepala desa tidak bisa berjuang sendiri dan harus bisa memanfaatkan potensi-potensi yang ada di desanya masing-masing

 

“Untuk membangun destinasi, icon dan inovasi itu, sistemnya harus siap dulu yaitu kepala desa dan jajaran, organisasi pendukung dan masyarakat karena tidak mungkin satu icon dibangun hanya oleh single fighter sosok kepala desa. Maka kepala desa harus bisa memanfaatkan potensi, talent dan semua potensi pendukung yang ada disekelilingnya untuk menjadi sebuah inovasi,” ungkapnya.

 

“Salah satunya pujasera ini, kenapa berdiri pujasera karena potensi muda-mudinya ada, lokasinya ada dan masyarakatnya mendukung itu yang saya maksud,” imbuh Hanik.

 

Ia menyarankan agar kepala desa harus berkonsentrasi menemukan apa yang ada bisa dieksplor dan kepala desa harus berjejaring/berkomunikasi dengan para pihak untuk membangun desa.

 

“Saran kami, kepala desa itu harus betul-betul konsentrasi untuk menemukan apa yang bisa saya eksplor karena potensi pasti punya dan dana cukup tinggal bagaimana eksekusinya. Jadi kepala desa harus berjejaring, kepala desa itu tidak bisa diam terus menemukan sesuatu memang harus berjejaring dan berkomunikasi dengan akademisi, praktisi serta para entertainment untuk menemukan itu agar bisa dikemas sebuah unit usaha,” kata Hanik pada media ini.

 

Selain itu kepala desa wanita yang energik tersebut menuturkan, kepala desa tidak boleh takut menggunakan dana desa yang penting harus transparan sesuai regulasi, SPJ nya bagus dan pertanggungjawabannya bisa dimanfaatkan masyarakatnya.

 

“Kita tidak perlu takut menggunakan dana desa yang penting didalamnya bahwa prinsip-prinsip penggunaan anggaran di sana ada perencanaannya cukup kemudian pelaksanaannya sesuai regulasi, SPJ nya bagus dan pertanggungjawabannya itu bisa dimanfaatkan masyarakat, saya yakin itu bukan dari penyalahgunaan kewenangan, saya yakin itu sebagian dari inovasi dan satu lagi jangan lupa desa ini diatur oleh parameter ada klausul-klausul yang bisa dimanfaatkan kepala desa tanpa takut menggunakan dana desa karena disitu sudah jelas pos anggaran dana kode rekening. Jadi, boleh untuk meningkatkan perekonomian apapun bentuknya,” kata Hanik menegaskan.

 

Hanik memaparkan arti dari transparansi itu mulai dari uangnya ada, direncanakan untuk apa, siapa yang mengerjakan dan hasilnya seperti apa dan itu harus dipaparkan di forum Musyawarah Desa (Musdes).

 

“Di Musdes kepala desa harus betul-betul menceritakan secara detail/rinci, duitnya itu akan seperti apa kemasannya kalau sudah seperti itu saya yakin masyarakat akan menerima dan mensupport tapi kalau sudah dari awal ada sesuatu yang gimik-gimik disembunyikan maka masyarakat sudah cerdas dan bisa membaca oh ini nanti arahnya begini maka dia tidak akan support tapi kalau dari awal clear end clean maka saya yakin,” ujar Hanik.

 

Selain itu Hanik mengucapkan terima kasih kepada para kepala desa se-Kabupaten Bangkalan atas kunjungan di Desa Tunjungtirto.

 

“Mungkin Tunjungtirto bukan yang terbaik tapi Tunjungtirto terus berusaha melengkapi bahwa desa itu ada desa itu hadir untuk kepentingan masyarakat jadi dari desa oleh desa kembali ke desa,” pungkasnya. (@red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ayo ngopas ya!!!!