Januari 19, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Tragedi Berdarah Antar Desa di Kabupaten Sampang Madura Menjadi Misteri

SAMPANG | Kabarmetronews.com –Benrok yang terjadi antar desa dengan menggunakan senjata sajam (sajam) mengakibatkan tujuh orang luka-luka di Desa Pekalongan Sampang, Madura. Selasa (03/10/2023).

 

Pemicu bentrok dikarenakan salah satu remaja bernama Farhan yang menjalin asmara dengan Nia, 16 Tahun Dusun Kandangan, Desa Banyumas.

 

Farhan menjemput Nia ke rumahnya sekitar jam 18.30 WIB. Namun dihadang oleh sekumpulan pemuda yang dikomandoi Basir dan Asmat yang mengatakan bahwa jangan jemput Nia karena sudah punya tunangan namun Farhan tidak menghiraukan karena sepengetahuan Farhan Nia tidak punya tunangan

 

Karena tidak dihiraukan maka sekumpulan pemuda tersebut mengeroyok memukuli Farhan sehingga Farhan melarikan diri ke rumah pamannya bernama Moh Mattangwar yang juga merupakan Pj Kades Gunung Maddah melaporkan kejadian pemukulan tersebut yang kemudian pihak Moh Mattangwar berupaya mediasi dengan sesepuh Desa Banyumas

 

Namun sebelum upaya itu terlaksana dari pihak Basir dan Asmat sebanyak 20 orang mendatangi rumah Moh Mattangwar dengan membawa senjata tajam berupa clurit, pisau dan parang.

 

Kemudian mengeroyok dan merusak rumah korban keluarga tak hanya itu 20 orang tersebut juga membacok Mattangwar beserta keluarga yang ada di lokasi kejadian dengan membabi buta sehingga mengakibatkan luka berat pada korban.

 

Peristiwa berdarah karena faktor asmara tersebut Pj Kepala Desa Gunung Maddah nyaris kehilangan nyawa akibat sabetan sajam.

 

Salah satu masyarakat Desa Banyumas mengatakan bahwa hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja dan dirinya meminta kepolisian Polres Sampang untuk menangani masalah ini dengan serius.

 

“Harapan masyarakat Polres Sampang wajib tegas menangkap para pelaku, karena para pelaku kalau sampai bebas, takutnya masyarakat tidak percaya lagi ke penegak hukum yang ada di Kabupaten Sampang,” ungkapnya.

 

“Nasib korban yang luka dan rumahnya di rusak, membuat sebagian masyarakat trauma dan semoga kepolisian menindak secara tegas pada para pelaku carok yang terjadi di Desa Banyumas dan Desa Pekalongan,” pungkasnya.

 

Penulis : Ikhsan Ali

Editor   : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ayo ngopas ya!!!!