Januari 21, 2026

kabarmetronews.com

Selalu Ada & Terpercaya

Dalam Rangka Memantapkan Program Kurikulum Merdeka, KKG Guslah 4 Kecamatan Tanah Merah Gelar Sosialisasi IKM

BANGKALAN | Kabarmetronews.com – Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Di mana konten pembelajaran akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

 

Kurikulum ini juga merupakan langkah terobosan untuk membantu guru dan kepala sekolah mengubah proses belajar menjadi jauh lebih relevan, mendalam dan menyenangkan. Sehingga, peserta didik pun dapat lebih mudah memahami pembelajaran yang dilakukan.

 

Mengacu pada hal itu, Kelompok Kerja Guru (KKG) wilayah Guslah 4 kecamatan Tanah Merah, kabupaten Bangkalan, menggelar kegiatan sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) untuk lebih memantapkan penerapan kurikulum tersebut. Dengan mengusung tema “Bersama Tergerak, Bergerak, dan Menggerakkan”.

 

Acara yang berlangsung di SDN Poter 1 Tanah Merah tersebut dihadiri oleh guru kelas 1 dan 4 beserta kepala sekolah yang tergabung dalam guslah 4.

 

Dalam sambutannya, Ketua Guslah 4 Tanah Merah, Andayani, S.Pd.M.Pd. mengungkapkan pentingnya peran kolaborasi dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.

 

Dikatakan, dalam kurikulum merdeka ini pihak sekolah diberi kewenangan untuk mengimplementasikan kurikulum sesuai dengan kebutuhan siswa. Pembelajaran berdiferensiasi juga diterapkan karena memang setiap siswa mempunyai tipe belajar yang berbeda.

 

“Kita kenal dengan nama tipe belajar audio, tipe belajar visual dan tipe belajar kinestetik. Dengan memilih cara belajar yang tepat maka anak akan mampu mencapai tujuan pendidikan secara optimal,” jelas Andayani.

 

Selain itu, Andayani mengatakan, sesi pelatihan juga diselenggarakan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang Kurikulum Mereka. Guru-guru diberikan panduan praktis dalam membuat perangkat pembelajaran, pemilihan media inovatif, pemahaman tentang Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) serta assesment pembelajaran.

 

“Ini tidak kalah penting, peserta pelatihan nantinya juga dikenalkan pada Platform Merdeka Mengajar serta cara mengunduh dan menggunakan aplikasi tersebut,” imbuhnya.

 

Paska kegiatan tersebut, Kepala SDN Poter 1 Andayani menambahkan, setelah mengikuti pelatihan ini peserta bisa mengimbaskan kepada teman guru di sekolah masing-masing sebagai bekal awal mengenal Kurikulum Mereka Juga kepada sekolah-sekolah lain sehingga secara maksimal bisa mengimplementasikan program kurikulum merdeka.

 

Di guslah 4 ada 2 sekolah yang sudah memasuki tahun ke 2 dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Yaitu SD Patemon sebagai sekolah penggerak. Dan juga SD Poter 1 sebagai sekolah yang menggunakan Kurikulum Merdeka mandiri berubah. Sehingga di tahun ini ke dua sekolah tersebut menggunakan Kurikulum Merdeka pada kelas 1 , 2 , 4 dan 5.

 

“Dengan adanya sosialisasi dan pelatihan ini kami berharap sekolah-sekolah di guslah 4 mempunyai wawasan serta pemahaman tentang Kurikulum Merdeka dan mampu menerapkan di sekolah masing-masing sesuai kebutuhan dan kemampuan sekolah,” terang Andayani.

 

Penulis : Samsul 

Editor   : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ayo ngopas ya!!!!